Hidangan Manis Khas Imlek Bernama Kue Keranjang

Hidangan Manis Khas Imlek Bernama Kue Keranjang

kue keranjang © wartalika.com

Dikenal dengan nama kue keranjang, kue yang dikenal sebagai kue khas Imlek. Kue keranjang adalah suatu kue yang wajib ada ketika Imlek tiba dan telah menjadi tradisi yang telah melekat pada masyarakatnya.

Kue Keranjang merupakan makanan penutup populer yang dimakan selama Tahun Baru Imlek dan biasanya juga dijadikan sebagai makanan hantaran kepada teman atau sanak saudara.

Kue Keranjang terbuat dari beras ketan, tepung gandum, garam, air, dan gula pasir. Makanan ini bisa disantap langsung atau bisa diolah dengan dikukus dengan santan ataupun digoreng dengan tepung.

Nama “keranjang” diambil karena pada saat proses pembuatannya kue keranjang ini cetak pada wadah yang berbentuk keranjang. Proses pembuatan kue keranjang terbilang tak mudah, karena memakan waktu 11-12 jam.

Awalnya kue ini digunakan sebagai persembahan dalam upacara ritual, namun seiring berjalannya waktu kue kue yang memiliki tekstur yang lengket dan kenyal ni menjadi makanan khas tahun baru Tiongkok. Penggunaan dan pengucapan kue keranjang alias Niangao dalam aksara Tingkok menggunakan nada yang meninggi pada akhir suku kata.

Kue keranjang dengan wadah plastik | Foto: pikiranrakyat.com

Dari pengucapan itu, maka dilambangkan pendapatan yang lebih tinggi, posisi yang lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak yang sehat serta menjanjikan tahun yang lebih baik. Bahkan kue keranjang dipercaya dapat memberikan keberuntungan jikalau dikonsumsi ketika selama periode tahun baru Tiongkok.

Ada filosofi lain seperti kelengketannya yang bermakna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu. Rasa manis pada kue ini juga menggambarkan rasa sukacita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

Bentuk bulat tanpa sudut pun melambangkan pesan kekeluargaan tanpa melihat ada yang lebih penting dan akan selalu bersama tanpa batas akhir.

Kue keranjang daun pisang | Foto: bukalapak.com

Lebih unik lagi ada pantangan untuk membuat kue ini, yaitu tidak boleh dibuat oleh perempuan yang sedang haid atau mereka yang baru saja melayat orang meninggal. Hal ini dipercaya bahwa jika dilanggar maka pembuatan kue ini tidak akan sempurna.

Dengan banyaknya peminat, kue keranjang berkembang dengan sangat pesat. Saat ini kue keranjang bukan hanya menggunakan plastik sebagai wadah tapi juga menggunakan daun pisang.

Daun pisang dipilih karena dapat memberikan aroma harum padakue keranjang. Banyak pencinta kue keranjang lebih memilih yang berdaun pisang karena lebih harum dan enak, walaupun harganya lebih tinggi dari harga kue keranjang yang biasa.

Sumber: beritagar | kompas

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Kepulauan Digital dan Lokomotif Masa Depan Indonesia Sebelummnya

Kepulauan Digital dan Lokomotif Masa Depan Indonesia

Inilah Tradisi Adat untuk Anak Muda Selanjutnya

Inilah Tradisi Adat untuk Anak Muda

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.