Gua Kristal, Kemilau Pesona Alam di Timur Indonesia

Gua Kristal, Kemilau Pesona Alam di Timur Indonesia

Indahnya pemandangan didalam Gua Kristal | foto: backpackerjakarta.com

Gua Kristal adalah destinasi wisata cantik yang berada di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur. Didalamnya terdapat air yang sangat jernih dan batu yang membetuk seperti kolam. Untuk menikmatinya pun pengunjung tidak dipungut biaya sama sekali.

Nama Gua Kristal sendiri berasal dari biru dan jernihnya air yang ada dididalamnya, selain itu dahulu banyak stalagtit dan stalagmit bening yang menyerupai kristal jika terkena cahaya. Sayangnya saat ini bebatuan gantung hasil pelarutan air tersebut telah habis karena banyak diambil pengunjung.

Gua Kristal memiiki luas kurang lebih 30 meter persegi didasarnya, kejernihan airnya pun semakin indah kala terkena pancaran matahari yang datang dari celah gua. Keindahan lokasi Gua Kristal yang berada di celah kawasan karst sendiri paling baik jika dinikmati oleh pengunjung pada siang hari atau pukul 11.00 WITA. Karst sendiri adalah bentang alam yang memiliki permukaan batuan gamping yang seringkali menjadi tempat penampung massa air.

Sumber cahaya merupakan hal penting yang harus dibawa jika mengunjungi Gua Kristal | foto:backpackerjakarta.com

Perjalanan menuju Gua Kristal cukup terjal dan licin sehinga para pengunjung harus berhati-hati. Daerah tersebut pun belum menyediakan fasilitas apapun sehingga ada baiknya bagi pengunjung untuk membawa bekal dan senter atau sumber cahaya lain ketika berkunjung karena belum adanya penjual dan sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam gua.

Walaupun fasilitasnya belum begitu memadai pengunjung tetap dapat menggunakan jasa pemandu dengan biaya seikhlasnya. Dengan begitu pengunjung bisa menikmati pemandangan sambil mengembangkan pengetahuan tentang lokasi tersebut.

Sejarah Gua Kristal

Keberadaan Gua Kristal diperkirakan telah ada sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia dan sempat menjadi lokasi persembunnyian pasukan mereka. Sebelumnya gua tersebut juga memiliki nama yang berbeda yaitu Amnesi yang berasal dari nama penemu lokasi tersebut.

Dilansir dari kumparan.com Ery Rizky yang berprofesi sebagai pemandu wisata di kawasan Gua Kristal menjelaskan bahwa sebelumnya gua tersebut adalah kebun milik nenek moyang warga setempat bernama Christofer Neno. Kebun milik keluarga Christofer sangat luas hinngga lokasinya sapai ke laut. Gua yang berada di kawasan kebun pun seringkali menjadi sumber mata air ketika musim panas karena air yang ditampungnya.

Mitos Gua Kristal

Tak hanya indah, ternyata ada cerita unik dari Gua Kristal. Seperti cerita keluarga Christofer, dahulu kawasan tersebut sering dijadikan sumber mata air, namun ternyata ada hal yang harus dipatuhi oleh orang-orang yang mengambil air dari situ.

Lokasinya yang berada di dekat laut tentu membuat air yang ada didalam Gua Kristal menjadi payau. Hal tersebut pun ternyata tak terjadi di Gua Kristal, dahulu air yang ada di Gua tersebut dipercaya akan dapat diminum dengan syarat orang yang mengambilnya tak berbicara ketika masuka ke Gua.

Akses menuju Gua

Lokasi Gua Kristal berada dekat dengan Kota Kupang, tepatnya berjarak sekitar 20 km atau 30 menit waktu tempuh jika menggunakan motor atau mobil. Untuk menuju lokasi tersebut pengunjung harus mengambil arah ke Pelabuhan Bolok.

Kawsan sekitar Gua Kristal didekat bibir Gua | foto: instagram/@cellacea

Ketika sampai di titik tujuan pengunjung bisa menaruh kendaraan di Pos Polisi Air Pelabuhan Bolok dan selanjutnya berjalan sejauh 100 meter higga ke bibir gua. Sepanjang perjalanan tersebut pengunjung akan melewati jalan setapak yang didominasi oleh tanah, bebatuan dan pepohonan yang gersang.

Sumber : indonesiakaya.com | kumparan.com | idntimes.com| Beritagar.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Science Film Festival kembali hadir dalam edisi ke-10 dengan tema “Humboldt dan Jaring Kehidupan” Sebelummnya

Science Film Festival kembali hadir dalam edisi ke-10 dengan tema “Humboldt dan Jaring Kehidupan”

Benteng  Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo Selanjutnya

Benteng Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo

Ariefiani Harahap
@ariefiani_elf

Ariefiani Harahap

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.