Wiro Hamjen Sukses Berkarya Walau Buta Warna

Wiro Hamjen Sukses Berkarya Walau Buta Warna

Ilustrasi berkarya dengan warna © Alice Achterhof/Unsplash

  • Mengenal Wiro Hamjen, yang terus berkarya walau buta warna.
  • Wiro mengidap buta warna kategori strong protan.
  • Ia memasarkan karyanya di sebuah marketplace khusus produk-produk kreatif.

Keterbatasan karena buta warna tidak membuatnya putus asa. Justru, itu semakin memacu Wiro Hamjen dalam berkarya, dan akhirnya bisa memasarkan produknya secara global.

Wiro Hamjen awalnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan seni. Dulunya ia mempelajari fisika teoritik dan bekerja sebagai konsultan pre-sales di salah satu perusahaan elektronik ternama. Namun karena memiliki passion dalam menggambar, ia lebih memutuskan untuk berkarya.

Wiro belajar menggambar dengan otodidak sedari kecil. Lahir dari keluarga sederhana di daerah yang jauh dari kota (sekitar 4 jam dari Pontianak), ia kesulitan mencari hiburan atau rekreasi. Keterbatasan uang dan akses juga membuat Wiro kecil tidak bisa membeli mainan.

Salah satu karya Wiro Hamjen | Foto: Moselo

“Saat memasuki usia 6 tahun di SD, lagi populer Tamiya, Digimon, dan Ninja turtles. Jadi, saya berpikir bagaimana caranya agar bisa bermain tanpa mengeluarkan uang. Dari sana, saya mulai belajar gambar. Setiap melihat action figure yang saya suka, saya coba gambar,” tuturnya, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

BACA JUGA: Rahasia Pemakaian Warna Merah dan Kuning Pada Logo Makanan Cepat Saji

"Pada awalnya, gambar saya selalu hitam-putih, tidak berani untuk memainkan warna. Saya mencoba melukis pemandangan, ternyata langit yang saya gambar, bukan warna langit yang sebenarnya pada sore hari,” imbuhnya.

Wiro awalnya menggambar hitam-putih | Foto: Moselo

Lalu dengan motto dari bahasa asing yang dianutnya, Wiro memutuskan untuk pantang menyerah, dan mencari cara untuk mewarnai karyanya dengan teknologi picker di aplikasi yang ia gunakan. Pada akhirnya, ia mulai kembali berkreasi dengan warna.

Motto yang dianut Wiro adalah ‘Aut Viam Inveniam Aut Faciam’, yang berarti ‘Either I find a way or I make one’.

“Setiap kita bertemu masalah, kita pasti mencari cara untuk mengatasinya. Ketika tidak ada solusi yang tersedia, ciptakan sendiri solusinya,” ungkapnya.

Beragam karya Wiro dapat Kawan GNFI temui di Moselo, sebuah marketplace berisi produk-produk kreatif, buatan tangan (handmade), dan bisa dipersonalisasi.

BACA JUGA: Akhirnya, Indonesia akan Punya Bandara Antariksa

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Yogyakarta Tuan Rumah Simposium Tekstil Tradisional ASEAN 2019 Sebelummnya

Yogyakarta Tuan Rumah Simposium Tekstil Tradisional ASEAN 2019

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon Selanjutnya

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.