Pojok Baca MRT, Upaya Jakarta Tingkatkan Literasi Warganya

Pojok Baca MRT, Upaya Jakarta Tingkatkan Literasi Warganya
info gambar utama

Sejak April 2019 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggalakan gerakan #BacaJakarta melalui Dinas Perpustakaaan dan Kearsipan (Dispusip). Betuk program tersebut dilakukan dengan kampanye #RuangBacaJakarta yang salah satunya direalisasikan lewat penyediaan pojok baca di beberapa Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT).

Kampanye #RuangBacaJakarta sendiri dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat Jakarta. Hingga saat ini pojok baca tersebut telah tersedia di beberapa stasiun MRT, di antaranya Stasiun Bundaran HI, Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Blok M dan Stasiun Lebak Bulus.

Bekerja sama dengan PT. MRT, Pemprov DKI Jakarta telah meresmikan pojok baca pada 8 September 2019, tepat di Hari Literasi Internasional. Peresmian tersebut dilakukan di stasiun MRT Bundaran HI dan Lebak Bulus.

Pengguna MRT yang meminjam buku dari pojok baca | Foto: tribunnews.com
info gambar

Pojok baca sendiri merupakan perpustakaan kecil yang berada di area berbayar Stasiun MRT, sehingga pengunjung hanya dapat memanfaatkannya setelah melakukan tapping masuk.

Rak-rak di area tersebut menyediakan berbagai buku yang tak terlalu tebal, karena disesuaikan dengan durasi yang dihabiskan penumpang MRT di perjalanan menuju stasiun akhirnya.

Untuk meminjam buku yang tersedia para penumpang bisa mengambilnya di pojok baca stasiun keberangkatan mereka. Setelah itu penumpang bisa membawanya selama perjalanan, namun harus mengembalikannya di stasiun akhir, sebelum melakukan tap out dari kawasan stasiun MRT.

Dropbox yang disediakan untuk buku-buku sumbangan | Foto: minanews.net
info gambar

Bukan hanya meminjam, para penumpang juga bisa menyumbangkan buku di dropbox yang disediakan di area tersebut. Dropbox yang disediakan tak terlalu besar karena menyesuaikan dengan buku-buku donasi yang diharapkan ringan atau tipis sehingga mudah dibaca.

Saat ini buku yang tersedia di pojok baca stasiun-stasiun MRT adalah koleksi yang pengadaannya bekerja sama dengan Yayasan Baca Buku Jakarta. Dilansir dari liputan6.com, William Sabandar sebagai Direktur Utama PT. MRT mengaku di awal 2020 pihaknya akan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional untuk meluncurkan digital book.

Kemudian menurut penjelasan suara.com, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah meminta pihak MRT untuk menyediakan pojok baca di setiap stasiunnya. Pembangunan pojok baca tersebut direncanakan selesai pada tahun ini.

Tak hanya MRT, pojok baca pun rencananya akan diperluas ke ruang-ruang publik lain seperti Halte Transjakarta.

Sumber: kumparan.com | suara.com | liputan6.com | kompas.com | cnnindonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini