Mahasiswa UI Ciptakan Tangan Robotik yang Bisa Dikendalikan Otak

Mahasiswa UI Ciptakan Tangan Robotik yang Bisa Dikendalikan Otak

Ilustrasi tangan robot © Franck V/Unsplash

  • Tangan robotik dengan harga lebih terjangkau sukses dibuat oleh tiga mahasiswa UI.
  • Produk yang dinamakan Afta B-ionik ini juga memiliki beragam keunggulan dibanding tangan prostetik robotik yang beredar di pasaran saat ini.
  • Berkat karyanya, ketiga mahasiswa UI tersebut berhasil menuai beragam penghargaan.

Tiga mahasiswa Universitas Indonesia sukses menciptakan tangan prostetik robotik yang bisa dikendalikan gelombang otak. Namanya Afta B-ionik, dengan beragam keunggulan dibandingkan tangan prostetik robotik yang beredar di pasaran saat ini.

Afta B-ionik memanfaatkan teknologi Electroencephalography (EEG), sehingga akan menghasilkan perintah yang dapat menggerakkan tangan prostetik robotik sesuai keinginan pengguna. Karya inovatif ini diciptakan oleh Muhammad Arifin Julian (FTUI 2016), Aulia Ulfah (FEB UI 2016) dan Muhammad Yusuf Abdurrahman (FTUI 2016).

“Dengan menggunakan inovasi kontrol EEG, kami mampu mengubah sinyal impuls otak menjadi perintah gerak sehingga tangan prostesis menjadi lebih fungsional. Sistem EEG yang dapat membaca gelombang otak karena sudah dimodifikasi dengan Internet of Thing (IoT) sehingga memungkinkan pengguna mengontrol benda lain yang terintegrasi IoT,” terang Arifin.

Arifin Julian memperagakan Afta B-ionik | Foto: Humas dan KIP UI

BACA JUGA: Telah Hadir! Sabuk Pintar untuk Keselamatan Penerbangan

Dilansir dari siaran pers yang diterima GNFI, pembuatan tangan palsu canggih ini dilatarbelakangi oleh kepedulian tim pada teman-teman penyandang disabilitas yang kerap mengalami keterbatasan akses di dalam menunjang kehidupannya.

Para penyandang disabilitas membutuhkan prostesis yang merupakan sebuah alat bantu untuk mendukung mereka dalam beraktivitas, namun sayangnya, prostesis masih relatif sangat mahal.

Contohnya prostesis tangan dengan sistem gerak yang fungsional saat ini berada di kisaran harga Rp 500 juta dan perlu ditambah biaya operasi yang bisa memakan harga sekitar Rp 150 juta.

“Dengan motto ‘We change disability into ability’, kami berinovasi membuat alat bantu berupa prosthesis tangan robotik yang fungsional, canggih dan terjangkau (low-cost).” pungkas Arifin.

BACA JUGA: Titip Motor Pakai Aplikasi, Begini Caranya!

Saat ini, Afta B-ionik telah dibuatkan prototype dan akan terus sempurnakan hingga benar-benar siap untuk diperjualbelikan. Jika diperjualbelikan, Afta B-ionik bisa berada di kisaran harga Rp 50 juta.

Berkat inovasinya, ketiga mahasiswa UI ini berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, yaitu 110 Inovasi Indonesia tahun 2018 dari BIC (Business and Innovation Center), Most Impactful Innovation 2019 dari Obara Award, serta Medali Perak pada ajang International Science and Innovation Fair 2019.**

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau75%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia. Ini Sebabnya Sebelummnya

Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia. Ini Sebabnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.