Inilah Benteng Peninggalan Belanda yang Sempat Terpendam di Bawah Tanah

Inilah Benteng Peninggalan Belanda yang Sempat Terpendam di Bawah Tanah

Benteng Pendem merupakan tiruan kecil dari benteng Rhijnauwen yang merupakan benteng terbesar di Belanda. © wikimedia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bukan rahasia lagi jika Belanda pernah menjajah dan berada di Indonesia dalam kurun waktu yang lama. Jadi, tidak mengherankan jika jejak-jejak peninggalan Belanda banyak yang tertinggal dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu peninggalan Belanda yang cukup besar berada di Indonesia yakni Benteng Pendem. Nama asli Benteng Pendem yakni Kustbatterij Op De Landtong Te Tjilatjap yang artinya arti tempat pertahanan pesisir di atas tanah yang menjorok ke laut. Sama seperti nama aslinya, benteng tersebut berada di daerah dekat dengan laut selatan tepatnya di Kabupaten Cilacap yang berdekatan dengan Teluk Penyu.

Benteng Pendem dibangun oleh Belanda pada tahun 1861 secara bertahap dan selesai pada tahun 1879. Pihak Belanda membangun Benteng Pendem di Cilacap bukanlah tanpa alasan. Pihak Belanda bernggapan bahwa Cilacap merupakan tempat yang strategis untuk pendaratan dan perlindungan Pulau Nusakambangan. Oleh sebab itu, Benteng Pendem dibangun dan digunakan sebagai tempat pertahanan wilayah selatan Pulau Jawa oleh pihak Belanda. Benteng Pendem terdiri dari berbagai macam ruangan, antara lain ruangan barak-barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, dapur, klinik, ruang perwira, gudang senjata, gudang mesiu, ruang amunisi dan peluru, serta masih banyak ruangan benteng yang belum diketahui akibat sebagian bangunan benteng masih terpendam di bawah tanah.

Salah satu bagian Benteng Pendem. | Foto : jalanjalanenak.com

Perjalanan kepemilikan Benteng Pendem dimulai oleh Belanda sebagai penggagas dan yang membangun Benteng Pendem. Lalu pada tahun 1942 Benteng Pendem sempat direbut oleh pasukan Jepang. Tidak lama, Jepang meninggalkan Indonesia pada tahun 1945 karena sekutu membom kota Hiroshima dan Nagasaki, akhirnya Belanda kembali mengambil alih kuasa dari Benteng Pendem tersebut hingga tahun 1950. Namun, Benteng Pendem selama dua tahun telah ditinggalkan oleh Belanda, tercatat sekitar tahun 1952 Tentara Nasional Indonesia mengambil alih fungsi Benteng Pendem menjadikannya sebagai markas dan tempat latian hingga tahun 1965. Setelahnya, Benteng Pendem tersebut tidak terurus dan terbengkalai bahkan hingga terpendam oleh tanah pesisir Teluk Penyu. Hampir seluruh bangunan terpendam ke dalam tanah sedalam 3 meter.

Asal nama Benteng Pendem berasal dari kondisi bangunan benteng tersebut yang ditemukan terpendam di dalam tanah pesisir Teluk Penyu. Area benteng seluas 10,5 hektar tersebut terpendam seluruhnya, namun pada tahu 1986 dilakukan pemugaran sebagian bangunan benteng sehingga muncullah bangunan Benteng Pendem yang hingga kini masih kokoh. Bangunan Benteng Pendem yang saat ini nampak bukanlah keseluruhan bangunan benteng, namun masih ada bangunan Benteng Pendem yang masih belum digali dan berada di bawah tanah. Bangunan Benteng Pendem yang kini terlihat adalah seluas 4 hektar sehingga sisanya yakni 6,5 hektar masih belum dilakukan penggalian dan pemugaran.

Gerbang pintu masuk kawasan wisata Benteng Pendem dibuat dengan menyerupai bangunan dengan arsitektur Eropa. | Foto : Wikipedia

Pada tahun 1987 Benteng Pendem resmi dibuka untuk umum dan menjadi destinasi wisata di Kabupaten Cilacap yang berdekatan dengan Teluk Penyu dan Pulau Nusakambangan. Sama halnya dengan benteng-benteng peninggalan Belanda yang lainnya, Benteng Pendem memiliki gaya bangunan eropa dan terbuat dari bata merah hingga kini masih kokoh berdiri. Tidak hanya keindahan segi arsitektur dan nilai sejarahnya, di Benteng Pendem juga terdapat puluhan rusa jinak yang dibiarkan hidup di sekitar benteng. Oleh sebab itu Benteng Pendem selalu didatangi banyak wisatawan dari dalam hingga luar Jawa terutama di waktu akhir pekan. Wisatawan yang datang banyak yang sekadar ingin mencari spot foto vintage hingga piknik bersama keluarga karena areal benteng yang luas.

Wisata Benteng Pendem dibuka setiap hari mulai dari pukul 8 pagi hingga 6 sore. Untuk memasuki areal benteng, wisatawan dikenai biaya retribusi tiket masuk seharga Rp 7.500,00. Murah, bukan? Setelah mengetahui tentang Benteng Pendem, apakah kawan GNFI tertarik untuk mengunjungi Benteng Pendem yang berada di Cilacap ini?


Catatan kaki: Indonesia.go.id | sindonews

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga31%
Pilih SedihSedih6%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi19%
Pilih TerpukauTerpukau19%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tokoh Muda Indonesia Ini Masuk Daftar "Next100" Majalah Time Sebelummnya

Tokoh Muda Indonesia Ini Masuk Daftar "Next100" Majalah Time

Kongres Kebudayaan Desa Bermimpi Pendidikan yang Memerdekakan Anak Indonesia Selanjutnya

Kongres Kebudayaan Desa Bermimpi Pendidikan yang Memerdekakan Anak Indonesia

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.