Hadiah dari Napoleon Bonaparte Ada di Museum Tertua di Kota Solo

Hadiah dari Napoleon Bonaparte Ada di Museum Tertua di Kota Solo

Museum Radya Pustaka memiliki luas selebar 523,24 m2 © PetaTempatWisata

Museum tertua di Kota Solo bernama Museum Radya Pustaka Solo yang beralamatkan di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Sriwedari Kecamatan Laweyan Solo Jawa Tengah. Museum tersebut dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV. Mulanya, koleksi-koleksi yang berada di Museum Radya Pustaka pernah disimpan di rumah Kanjeng Raden Adipati Sosroningrat IV. Namun semua koleksi dipindah ke Loji atau rumah Adipolo, bekas rumah seorang warga Belanda yang bernama Johannes Busselaar sejak tahun 1913 hingga sekarang. Diberi nama Radya Pustaka sendiri yang berarti Radya adalah keraton dan Pustaka berarti surat-surat. Dulunya, Museum Radya Pustaka digunakan sebagai tempat untuk menyimpan surat-surat kerajaan. Namun, seiring berjalannya waktu, di dalam Radya Pustaka tersebut tidak hanya menyimpan surat-surat tetapi juga benda-benda penting milik kerajaan.

Porselain Napoleon. | Foto : Kompas

Salah satu benda penting yang ada disimpan di museum Radya Pustaka yakni hadiah dari Jenderal Perancis yang bernama Napoleon Bonaparte. Ya, Si Jenderal Mungil tersebut memiliki suatu hubungan dengan Raja Mataram. Hadiah dari Napoleon Bonaparte yakni berupa vas bunga dengan bahan kaca yang diberi nama Porselain Napoleon. Benda antik tersebut diberikan oleh Napoleon kepada Paku Buwono IV pada tahun 1811 sebagai hadiah kelahiran putra Paku Buwono IV. Tidak hanya vas bunga, Napoleon juga memberikan hadiah berupa orgel atau kotak musik. Hadiah tersebut juga diberikan kepada Paku Buwono IV saat masih menjadi Raja Mataram Islam pada tahun 1788-1820. Kedua hadiah tersebut tersimpan dan terjaga rapi di dalam Museum Radya Pustaka di ruang sebelah kiri dari pintu masuk. Vas bunga dan kotak musik tersebut dipajang dengan dilapisi kotak kaca untuk menghindari dari kerusakan akibat faktor eksternal serta terhindar dari debu.

Selain menyimpan hadiah dari Napoleon Bonaparte, Museum Radya Pustaka juga menyimpan koleksi-koleksi benda bersejarah terutama dari Kerajaan Mataram. Koleksi-koleksi yang terdapat di Museum Radya Pustaka dapat dibagi menjadi 5 kelompok, yakni :

  1. Manuskrip

Manuskrip yang terdapat di dalam Museum Radya Pustaka yakni naskah-naskah kuno yang yang ditulis di atas media kayu menggunakan huruf Jawa Kuno, huruf Sanskerta dan aksara Bali.

  1. Buku Kuno

Buku kuno yang terdapat di dalam Museum Radya Pustaka yakni Wulang Reh karangan Paku Buwono IV yang berisi mengenai petunjuk pemerintahan. Selain itu ada buku bertajuk Serat Rama karangan salah seorang pujangga keraton bernama Yasadipura I yang berisi tentang cerita Ramayana. Selanjutnya ada Babad Tanah Jawi Pararaton, Kawruh Empu (buku yang berisi tentang keris), Jawa Carik dan buku-buku kuno lainnya.

Kolesi benda pusaka di Museum Radya Pustaka. | Foto : Travelingyuk
  1. Arca-Arca

Arca yang dimaksud yakni layaknya patung yang dibuat dengan tujuan tertentu seperti Arca Ganesha, Arca Siwa Mahadewa, Arca Durga Mahisasuramardini, Arca Dewi Sri, Arca Kasyapa, Arca Dewi Tara, Arca Dewi Saraswati dan masih banyak arca lainnya baik yang berukuran kecil dan berukuran besar.

  1. Pusaka Adat

Benda pusaka yang menjadi koleksi seperti senjata tradisional dari berbagai macam daerah serta keris yang menjadi senjata tradisional khas Jawa. Selain itu, terdapat senjata bermesiu seperti senapan dan meriam kuno.

  1. Benda Kuno

Selain keempat jenis benda di atas, di dalam Museum Radya Pustaka juga disimpan benda-benda kuno lainnya seperti koleksi keramik kuno yang berisi piring, gelas dan guci. Selain itu, furniture tempo dulu juga disimpan dengan baik di dalam museum tersebut seperti kursi, meja dan batu marmer serta masih banyak benda-benda kuno lainnya yang tersimpan rapi di dalam museum tertua di Kota Solo tersebut.

Nah, setelah mengetahui isi serta sejarah singkat Museum Radya Pustaka, apakah kawan GNFI ingin melihat hadiah dari Napoleon Bonaparte untuk Paku Buwono IV? Atau ingin belajar sejarah Kerajaan Mataram? Yuk, kunjungi Museum Radya Pustaka Kota Solo.


Catatan kaki: Indonesia.go.id | IndonesiaKaya | Kompas | SejarahLengkap

Pilih BanggaBangga40%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau20%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bhinneka Tunggal Ika di Azerbaijan Sebelummnya

Bhinneka Tunggal Ika di Azerbaijan

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.