Sudut Seni-Budaya Sunda Kini Hadir di Inggris

Sudut Seni-Budaya Sunda Kini Hadir di Inggris

Warga Inggris memainkan gamelan Sunda © KBRI London

  • Di Inggris, sekarang ada sudut seni-budaya Sunda.
  • Lokasinya di South Hill Park Arts Center (SPHAC), Bracknell.
  • Setiap tahunnya akan ada 200 pertunjukan dari berbagai genre.

Harapan masyarakat Inggris untuk memiliki sudut seni-budaya di negaranya akhirnya tercapai. Melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pada Minggu 20 Juli lalu diresmikan sudut budaya Sunda di South Hill Park Arts Center (SHPAC), Bracknell.

Penyerahan sekaligus peresmian SHPAC dihadiri langsung oleh gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ia menyerahkan perangkat musik degung, angklung, tarawangsa, dan beberapa pasang pakaian adat Sunda kepada Craig Titley, Dirut SHPAC.

Saat menyambut kehadiran rombongan gubernur Jawa Barat dan para tamu undangan, Craig Titley menyampaikan bahwa SHPAC sangat merasa terhormat untuk menjadi rumah bagi pengembangan seni-budaya Sunda di Inggris.

Peresmian sudut seni-budaya Sunda juga dimeriahkan oleh pagelaran degung Sekar Enggal pimpinan Simon Cook, tembang Sunda oleh Hendrawati Ashworth, wayang goleh oleh Arif Ashworth, dan tari topeng serta jaipongan Citra Resmi oleh gamelan Kyai Fatahillah pimpinan Iwan Gunawan yang sedang mengikuti program Residensi Seniman dan Karavan Budaya oleh kantor Atdikbud KBRI London.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meresmikan SHPAC di Inggris | Foto: KBRI London

BACA JUGA: Menelisik Filosofi Karinding, Alat Musik Khas Sunda

Pusat seni dan pertunjukan di kota Bracknell ini setiap tahun mengadakan lebih dari 200 pertunjukan dari berbagai genre dan dikunjungi tidak kurang dari 200 ribu orang setiap tahunnya.

“Inisiatif yang dibuat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di London sangat kami apresiasi dan ini akan menjadi titik tonggak perkembangan budaya Sunda lebih cepat di masa yang akan datang. Ditambah lagi,
kehadiran seniman Sunda atas bantuan pemerintah Jawa Barat dan pihak KBRI yang siap membantu proses pengembangannya,” tutur Craig, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

BACA JUGA: Delapan Aci-acian Yang Bisa Jadi Pilihan Cemilan

Kemudian wakil Dubes yang mewakili KBRI London, Adam M. Tugio, menyatakan bahwa pihak KBRI akan terus memfasilitasi setiap inisiatif yang akan mengokohkan kerja sama kedua negara.

“Diplomasi kebudayaan merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk bisa masuk ke dalam kerangka besar diplomasi negara. Seni-budaya Sunda di Inggris telah menjadi bagian dalam setiap upaya KBRI London dalam merajut kekuatan diplomasi itu sendir,” paparnya saat memberi kata sambutan.**

Acara peresmian SHPAC di Inggris | Foto: KBRI London

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Buku My Little Pony dengan Cita Rasa Indonesia Sebelummnya

Buku My Little Pony dengan Cita Rasa Indonesia

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon Selanjutnya

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.