Di Tahun 2020 Masyarakat Banten Akan Bisa Nikmati KRL

Di Tahun 2020 Masyarakat Banten Akan Bisa Nikmati KRL
info gambar utama

Operasi salah satu moda transportasi yang banyak dimafaatkan oleh masyarakat ibu kota dan sekitarnya yaitu Kereta Rel Listrik (KRL) rencananya akan diperpanjang hingga ke Serang, Banten. Upaya perpanjangan jalur tersebut pun akan dimulai dengan elektrifikasi yang dilakukan sepanjang Stasiun Rangkasbitung sampai Serang di tahun 2020 mendatang.

Dilansir dari penjelasan Deputi Excecutive Vice Presiden PT KAI Daop 1 Bidang Teknis dan Operasional, Sofyan Hasan pada kompas.com (21/11), pihaknya berkaca dari potensi jumlah penumpang yang tinggi sehingga perpanjangan jalur KRL dirasa perlu untuk dilakukan. Jumlah penumpang kereta lokal Rangkasbitung-Merak sendiri saat ini bisa mencapai 8.000 penumpang per harinya.

Sofyan saat memberi penjelasan kepada wartawan di Stasiun Walantaka, Serang Banten | Foto: kompas.com
info gambar

Untuk melakukan elektrifikasi atau pengisian daya listrik di sepanjang jalur sendiri, setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih enam bulan untuk menyelesaikannya. Menurut Sofyan jika proses elektrifikasi tersebut selesai dilakukan, pengoperasian KRL pun langsung bisa terlaksana.

Statisun Rangkasbitung | Foto: republika.co.id
info gambar

Saat ini rute KRL ke barat sendiri baru sampai ke Stasiun Rangkasbitung, Lebak. Rute yang saat ini menjadi jalur terpanjang sejauh 72,2 kilometer tersebut merupakan hasil perpanjangan yang telah dilakukan PT KAI pada 2017.

Perpanjangan yang dilakukan sejalan dengan target PT KAI yang saat itu ingin melayani 1,2 juta penumpang pada tahun 2019. Ke depannya, jika proyek perpanjangan jalur hingga Serang telah rampung, jarak perjalanan pun akan semakin jauh, tepatnya mencapai 105 kilometer.

Saat ini trek rel yang ada di Rangkasbitung masih menggunakan satu jalur, walau menurut Sofyan hal itu tak akan mengganggu jalur KRL saat dioperasikan. Pihaknya berencana akan melakukan penggantian dan penambahan trak di jalur Rangkasbitung hingga Citeras.

Terkait sistem perjalanan sendiri belum ada penjelasan pasti apakah perpanjangan jalur ke Serang akan dilakukan langsung atau dengan menjadikan Rangkasbitung sebagai lokasi transit.

Dikutip dari detik.com, Sofyan juga menjelaskan bahwa pihaknya tak menutup kemungkinan untuk melakukan elektrifikasi dan pengoperasian jalur KRL hingga ke Merak. Hal tersebut akan bergantung pada perkembangan jumlah pengguna KRL di jalur tersebut.

Sumber: kompas.com | kompas.com | detik.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini