Geliat Pengrajin Tembaga dan Kuningan dari Pinggiran Yogyakarta

Geliat Pengrajin Tembaga dan Kuningan dari Pinggiran Yogyakarta

Kerajinan logam mengutamakan pengalaman dan keahlian seniman © Nursih Basuki Art Studio

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dusun Mutihan di Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Bantul berada di pinggiran Kawasan Kotagede, menyimpan beberapa pengrajin tembaga kuningan berkualitas bagus yang berpengalaman tentunya.

Satu contohnya adalah Nursih Basuki Art Studio yang menjadi pengrajin tembaga dan kuningan lebih dari 10 tahun. Padahal awalnya hanya berbasis kecil, kini berkembang.

Setiap harinya dibantu beberapa pengrajin lainnya, studio tersebut menyelesaikan banyak pesanan dari berbagai daerah yang terbuat dari tembaga ataupun kuningan.

Banyak ragam karya yang dibuatnya, misalnya Garuda Pancasila raksasa yang dipajang di Istana Negara Jakarta, Keris Siginjai Raksasa hingga kebutuhan interior gedung-gedung lainnya.

Studio seni tersebut sederhana sekali, tidak ditutupi dinding, hanya atap saja. Alasannya pun menarik, karena mempermudah kalau ada karya besar supaya tidak kesusahan untuk memasukkan ke studionya.

Proses pembuatan sebuah karya diawali dengan tembaga atau kuningan lembaran 2x1 meter atau tergantung ukuran, kemudian ditempeli pola yang akan dibuat, dan dibentuk dengan tangan berpengalaman menjadi mahakarya yang begitu indah.

“Untuk bahan dasar sendiri setiap tahun mengalami kenaikan, jadi harga menyesuaikan. Tembaga dan kuningan sendiri kan jenis logam yang lumayan juga harganya,” ucapnya

Dalam setahun Nursih Basuki Art Studio dapat membuat dua hingga tiga karya besar saja dan beberapa karya kecil seperti logo instansi ataupun kebutuhan interior gedung. Agak lama, karena proses pembuatan karya besar memang bisa memakan waktu dari tiga minggu hingga dua bulan sendiri.

Nursih Basuki Art Studio setiap tahunnya menerima permintaan pesanan yang tidak pasti, naik turun. Tidak hanya itu saja, bahkan bahan baku tembaga dan kuningan juga terkadang sulit didapat.

Tantangan pengrajin seni kriya logam saat ini adalah tentang digitalisasi atau mengenalkan studio secara online. Kini Nursih Basuki Art Studio sudah memulai dengan membuat akun sosial media seperti Instagram dan twitter dengan maksud mendekatkan studio kepada konsumen dari berbagai daerah.

“Selama ini kan hanya dari mulut ke mulut saja. Orang yang pernah pesan ke sini diceritakan ke lain orang,” tuturnya.

Nursih Basuki Art Studio mengaku tidak ada bantuan dari pemerintah. Ia berharap ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan dan perhatian terhadap nasib para pengrajin kuningan dan tembaga di Kotagede yang sebenarnya jika digarap serius akan menjadikan destinasi khusus dan langka yang ada di Indonesia.


Referensi: wikipedia Indonesia, Sejarah Kerajaan Mataram Islam Kotagede

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ragam Olahan Lidah Buaya yang Lezat dan Begizi Sebelummnya

Ragam Olahan Lidah Buaya yang Lezat dan Begizi

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Luki Antoro
@lukyantoryo

Luki Antoro

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.