Menguak Misteri Pulau Tidung

Menguak Misteri Pulau Tidung

pulautidung.co.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Misteri Pulau Tidung kini tengah banyak diperbincangkan oleh banyak orang. Pasalnya, pulau kecil yang merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Seribu ini tidak hanya memiliki keindahan yang bisa membuat wisatawan terpukau, namun juga ternyata memiliki sebuah kisah misteri yang masih banyak dipertanyakan oleh khalayak ramai.

Sebenarnya ada apa dengan Pulau Tidung ini?

Bukan hanya keindahan pulaunya saja yang membuat wisatawan berbondong-bondong datang ke pulau ini, hamparan pasir putih dan lautnya yang biru cerah memang menggoda para wisatawan untuk datang ke sana.

Namun, ternyata ada hal lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri pulau tidung. Kisah misteri Misteri Pulau Tidung ini tidak membuat wisatawan jera justru penasaran.

Pernahkah Anda berpikir bahwasannya setiap tempat di dunia ini pasti memiliki sebuah kisah mitos, misetri dan keunikan lainnya? Hal ini juga berlaku terhadap Pulau Tidung.

Pulau ini menyimpan segudang rahasia dan misteri yang konon hingga sekarang masih belum diketahui kebenarannya. Di antara mitos tersebut ada beberapa yang telah diketahui kebenarannya.

Sedangkan untuk beberapa cerita mitos lainnya terus menyebar dari mulut ke mulut. Kemudian menyebar melalui media tulis dan kini menyebar melalui media online.

Kisah misteri ini tidak hanya diceritakan oleh para penduduk pulau saja, namun juga oleh para wisatawan yang pernah datang ke Pulau Tidung dan berpengalaman menyaksikan misteri itu sendiri. Apa saja mitosnya?

Mitos dan misteri Pulau Tidung Jembatan Cinta

Pulau Tidung merupakan pulau yang memiliki luas sekitar 109 hektare dan dihuni oleh penduduk dengan jumlah kurang lebih 500 penduduk lokal. Pulau ini terdiri atas dua pulau yaitu Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar. Bila Anda pergi ke Pulau Tidung, maka Anda pasti mengetahui cerita Jembatan Cinta.

Jembatan ini pada awalnya dibangun dengan tujuan untuk menghubungkan Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar. Jembatan Cinta ini dikenal sebagai ikon yang dimiliki oleh Pulau Tidung. Dari Pulau Tidung Besar, jika Anda ingin berkunjung ke Pulau Tidung Kecil, maka Anda harus melalui jembatan ini.

Jembatan Cinta bisa menjadi salah satu tempat favort untuk mengambil foto karena dari sana Anda bisa melihat pemandangan laut yang sangat indah. Selain itu Anda bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam di awan dari jembatan ini.

Namun, apakah Anda telah mengetahui Misteri Pulau Tidung yang telah populer dan menyebar di kalangan penduduk? Berikut mitosnya.

Melompat dari atas Jembatan Cinta dapat membersihkan pikiran

Ketika Anda menyebrangi Jembatan Cinta, tidak jarang Anda akan melihat banyak anak kecil yang bermain di jembatan dan melompat-lompat di atas jembatan tersebut.

Mereka berbondong-bondong mulai dengan gaya yang beragam dan kemudian terjun bebas ke dalam lautan biru dan jernih. Jika Anda tertarik, Anda juga bisa ikut terjun bebas bersama mereka.

Selain keseruan yang bisa Anda dapat, lompat dari atas Jembatan Cinta ternyata dipercaya dapat menjernihkan pikiran-pikiran Anda. Misteri Pulau Tidung yang berganti menjadi sebuah kepercayaan ini tidak hanya terjadi pada masyarakat sekitar, namun juga dipercaya oleh para wisatawan yang datang berkunjung ke Pulau Tidung.

Hal ini bisa saja benar adanya karena memberikan kesenangan dan keseruan tersendiri, karena pastinya akan sangat mendebarkan saat kita bisa terjun dengan bebas dari Jembatan Cinta yang memiliki ketinggian sekitar 6 meter ini.

Keseruan lain yang bisa Anda lakukan di sini ialah ketika telah mendarat di lautan yang biru, jernih dan luas itu Anda bisa langsung bernang menikmati air tersebut.

Meskipun begitu, masih ada sebagian turis yang menganggap misteri Pulau Tidung ini hanyalah mitos belaka. Apalagi ditambah jika Anda kurang memiliki keberanian untuk melompat dari jembatan dengan ketinggian 6 meter ini, akan lebih jika Anda tidak memaksakan diri untuk melompat dari sana karena ditakutkan akan terjadi apa-apa.

Menyebrangi Jembatan Cinta bersama pasangan bikin langgeng

Bagi Anda yang telah memiliki pasangan, mitos ini menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dicoba dan diselamatkan untuk mengetahui kebenarannya.

Pasalnya, dari namanya saja, Jembatan Cinta yang disebut sebagai penghubung Cinta. Untuk mitos yang satu ini memang telah banyak dibuktikan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung bersama pasangannya.

Menurut berbagai cerita, Misteri Pulau Tidung khususnya di Jembatan Cinta ini ibarat sebuah jalan percintaan yang tidak mulus serta banyak sekali halangan dan tantangannya.

Oleh karena itu, jika ada sepasang kekasih yang berhasil menyeberangi jembatan ini bersama dari ujung yang satu ke ujung yang lain, maka pasangan ini akan melanjutkan hubungannya lebih jauh lagi.

Namun, jika salah satu pasangan saat di pertengahan jalan merasa takut atau bahkan ingin kembali ke belakang, maka konon katanya pasangan tersebut tidak akan bertahan lama.

Ketakutan atau kebimbangan pasangan ini dipertimbangkan sebagai sebuah pertanda yang kurang baik dan mungkin pasangan tidak setia, tidak sesuai atau memang tidak berjodoh.

Meskipun begitu, kita semua telah mengetahui bahwa jodoh bersifat seperti kematian, yaitu telah diatur oleh Tuhan.

Oleh sebab itu, akan lebih baik jika hal itu dijadikan sebagai permainan semata untuk mendapatkan kesenangan atau sebagai penyemangat saja agar saling setia hingga saling menua dan hingga akhir hayat.

Makam kecil angker yang berada di Pulau Tidung Kecil

Mitos dan misteri Pulau Tidung Kecil berawal dari asal muasal penamaan Pulau Tidung. Seperti yang telah didapatkan dari banyak sumber, bahwasannya penamaan Pulau Tidung ini berasal dari kisah seorang raja yang berasal dari Suku Tidung di Kalimantan Timur.

Raja ini bernama Raja Pandita. Ia diasingkan ke pulau ini oleh koloni Belanda saat masa penjajahan.

Dikarenakan kejadian tersebut, pulau tempat pengasingan raja ini diberi nama Pulau Tidung. Setelah itu, datang lagi tetua yang terkenal dengan gelar Panglima HItam ke pulau tersebut.

Dua orang ini secara otomatis menjadi penduduk pertama di Pulau Tidung hingga akhir hayatnya. Kedua orang ini kemudian dimakamkan di Pulau Tidung Kecil.

Pulau Tidung Kecil juga digunakan sebagai makam para penduduk yang tinggal di Pulau Tidung Besar. Dari cerita ini, muncul banyak kepercayaan dan mitos bahwa Pulau Tidung ini angker.

Hal ini mungkin bisa terjadi jika dilihat dari faktor pulaunya yang memang tidak berpenghuni, sepi dan banyak makam. Maka pantas saja jika ada anggapan pulau ini angker.

Benar atau tidaknya mitos dan misteri dari Pulau Tidung yang telah dipaparkan di atas, alangkah lebih baik jika kita mengambil pikiran yang positif dan tetap memegang kuat kepercayaan yang telah lama dianut sejak kecil.

Kita harus selalu berpikir dengan jernih dan menjaga tindak tanduk di manapun berada. Kebenaran dari misteri Pulau Tidung biar Tuhan yang tahu.

Sumber: pulauseributraveling.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Raego, Paduan Suara dari Kearifan Lokal Dataran Tinggi Kulawi dan Pipikoro Sebelummnya

Raego, Paduan Suara dari Kearifan Lokal Dataran Tinggi Kulawi dan Pipikoro

8 Juni 2020, Ojol DKI Kembali Bisa Angkut Penumpang Selanjutnya

8 Juni 2020, Ojol DKI Kembali Bisa Angkut Penumpang

yasir Maulana
@yasir

yasir Maulana

https://daftartour.com/

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.