Bhinneka Tunggal Ika di Azerbaijan

Bhinneka Tunggal Ika di Azerbaijan

Prof. Din Syamsuddin di Azerbaijan © KBRI Baku

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Selama dua hari berturut-turut telah diselenggarakan II Baku World Religious Summit Leaders, tepatnya pada 14-15 November 2019, di Baku Convention Centre. Indonesia diwakili oleh Prof. Din Syamsuddin dan Anggia Ermarini.

Kepada KBRI Baku, Prof. Din Syamsuddin menjelaskan bahwa dalam pertemuan puncak para pemuka agama dari seluruh dunia ini, ia memberikan beberapa pernyataan.

“Kami membahas beberapa isu di dalam forum ini, salah satunya membahas the absence of peace, yang sekarang menjadi masalah dan tantangan dunia,” jelasnya di KBRI Baku, 16 November 2019.

“Kami berbagi pengalaman kehidupan bernegara di Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dengan motto Bhinneka Tunggal Ika, ini yang sekarang dilirik di mata dunia. Bahwa bentuk yang diimplemantisikan di Indonesia yang masyarakatnya majemuk ini adalah sebuah solusi bagi kehidupan dunia yang multikultural.”

Di akhir acara yang diperakarsai oleh Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Aliyev, bersama dengan petinggi tokoh agama di negara kaya minyak ini, Sheikh-ul-Islam Allahshukur Pashazade, sekitar 150 pemuka agama dari berbagai negara dan agama ini menandatangani Deklarasi Baku.

Dalam pemaparannya Prof. Din Syamsuddin menyampaikan beberapa hal yang bersifat praktis dalam mewujudkan perdamaian dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama.

Ia menjelaskan perlunya upaya yang dapat dilakukab bersama dalam membangun perdamaian dunia. Seperti perlunya merumuskan titik temu dari agama-agama dalam bentuk teologi bersama tentang multikulturalisme dan hidup berdampingan secara damai.

Kedua, ia menjelaskan perlunya ada teologi jalan tengah atau middle path, di mana setiap agama memiliki ajaran tersebut. Lalu yang ketiga, perlu adanya peningkatan dari dialog kata-kata ke dialog perbuatan.

Dialog perbuatan ini sudah mulai dipraktikkan oleh para pemuka agama di Indonesia, dalam bentuk kerja sama antar-agama untuk menanggulangi bencana alam, kerja sama dalam isu iklim dan lingkungan dan lain sebagainya.


Sumber: KBRI Baku/Azernews

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Keunikan Pasar Karetan, dari Tidak Memakai Uang untuk Jual-Beli hingga Prestasi di Luar Negeri Sebelummnya

Keunikan Pasar Karetan, dari Tidak Memakai Uang untuk Jual-Beli hingga Prestasi di Luar Negeri

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

astrid septriana
@gochits

astrid septriana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.