Beberapa Kata Keterangan Waktu yang Jarang Diketahui Oleh Kebanyakan Orang

Beberapa Kata Keterangan Waktu yang Jarang Diketahui Oleh Kebanyakan Orang

Ada beberapa kata keterangan waktu yang belum diketahui oleh kebanyakan orang yakni Selumbari, Tulat dan Tubin. © unida.gontor.ac.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Apakah Kawan GNFI pernah berjanji atau janjian dengan seseorang untuk bertemu di suatu tempat?

Tentunya saat ingin bertemu dengan seseorang, pasti Kawan GNFI akan menyebutkan kapan waktu untuk dapat bertemu. Kata keterangan waktu yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia yakni hari ini, besok atau lusa. Ya, ketiga kata tersebut memang sangat umum digunakan. Namun, apakah Kawan GNFI tahu jika ada beberapa kata keterangan waktu lainnya yang jarang digunakan atau bahkan jarang diketahui maknanya oleh kebanyakan orang?

Untuk mempermudahnya, mari kita urutkan penyebutan hari atau keterangan waktu dalam satu minggu seperti di bawah ini.

  1. Selumbari

Apakah Kawan GNFI pernah mendengar kata selumbari? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, selumbari berarti kemarin dulu, yang artinya dua hari setelah hari ini. Jadi, jika hari ini adalah hari Senin, maka selumbari adalah hari Sabtu.

  1. Kemarin

Kata kemarin adalah kata yang sudah diketahui oleh semua orang yang berarti satu hari sebelum hari ini. Artinya, jika hari ini adalah hari Senin, maka kemarin adalah hari Minggu.

  1. Hari ini

Hari ini adalah kata ganti keterangan waktu untuk tidak menyebut nama hari di hari yang sama, misalkan hari ini adalah hari Senin. Jadi, tidak ada penjelasan yang cukup jauh untuk menjelaskan makna hari ini karena tentunya Kawan GNFI sudah mengerti arti dari hari ini.

Skema Hari dalam satu minggu| Foto : Quora
  1. Besok

Arti kata besok adalah satu hari setelah hari ini. Jadi, jika hari ini adalah hari Senin, maka besok adalah hari Selasa. Dan, kata besok ini tentunya Kawan GNFI sudah mengerti arti dan maksudnya, bukan?

  1. Lusa

Lusa sendiri berarti dua hari setelah hari ini. Jadi, jika hari ini adalah hari Senin, maka lusa adalah hari Rabu.

  1. Tulat

Nah, apakah mulai asing dengan kata tulat ini? Ya, kata tulat memang jarang digunakan oleh kebanyakan orang dan bahkan banyak orang yang tidak mengetahui artinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tulat berarti hari sesudah lusa atau hari ketiga setelah hari ini. Jadi, jika hari ini adalah hari Senin, maka tulat adalah hari Kamis.

  1. Tubin

Kata tubin ini juga mungkin asing di telinga Kawan GNFI. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tubin berarti hari keempat setelah hari ini atau dua hari setelah lusa. Artinya, jika hari ini adalah hari Senin, maka tubin adalah hari Jumat.

Nah, bagaimana? Apakah Kawan GNFI sudah mengetahui tentang kata ganti untuk menyebut hari dalam satu minggu? Oleh karena jumlah hari ada tujuh, maka kata ganti untuk mneyebut hari tersebut juga ada tujuh seperti yang telah disebutkan di atas. Cobalah untuk mengajak lawan bicara dengan kata selumbari, tulat dan tubin, niscaya lawan bicara akan bingung dan mencari tahu artinya.

Menggunakan kata ganti hari yang telah disebutkan di atas merupakan salah satu cara menambah perbendaharaan kata dalam berkomunikasi sehari-hari. Hal tersebut dapat menambah kosa kata yang kita miliki.

Catatan Kaki : KBBI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang40%
Pilih Tak PeduliTak Peduli20%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau20%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jaka Arisandy, Sang Pemimpin Pertandingan Turnamen Dunia Sebelummnya

Jaka Arisandy, Sang Pemimpin Pertandingan Turnamen Dunia

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan Selanjutnya

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.