Bakorwil III Malang Kawinkan Desa Wisata dengan Branding Foto dan Videografer

Bakorwil III Malang Kawinkan Desa Wisata dengan Branding Foto dan Videografer

Workshop Fotografi dan Videografi yang diadakan di Batu © GNFI

Siapa yang tak kenal dengan Kota Batu? Kota dengan banyaknya objek wisata dan potensi alamnya yang menawan. Terbukti dengan banyaknya desa wisata yang berkembang.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2019 tercatat ada sekitar 30 objek wisata di Batu, termasuk desa wisata yang sudah resmi tercatat.

Guna mendukung potensi pariwisata yang ada di Kota Batu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Badan Koordinasi Wilayah Pembangunan dan Pertumbuhan (Bakorwil) III Malang mengadakan workshop pada 27 November 2019.

Workshop bertema mengangkat tema 'Potensi Daerah dengan Foto Human Interest dan Video Pendek Wisata' tersebut bertempat di Hotel Ciptaningati Batu dan dihadiri sebanyak 66 peserta dari pengelola desa wisata dan pemilik UMKM di Batu.

Oky sedang menyampaikan materi fotografi
Oky Arisandi sedang menyampaikan materi tentang teknik fotografi human interest | Foto: Dok. penulis

Pada event ini salah satu pemateri Oky Arisandi seorang fotografer profesional berkesempatan menyampaikan materi tentang teknik fotografi human interest dan pengaruh branding yang dihasilkan dari sebuah foto.

Oky mengatakan foto human interest dapat digunakan untuk mengembangkan desa wisata, dengan mengadakan event fotografi, photo hunting, photo contest, dan lomba sebagainya bertempat di desa wisata. Sekalian untuk memperkenalkan dan autobranding.

"Tapi jangan lupa kerja sama juga dengan instansi setempat, komunitas setempat, komunitas fotografi. Di situ kita juga bisa branding tidak hanya tempat, tapi juga produk olahan setempat," pesan Oky sembari memperlihatkan karya-karya fotografinya.

Sementara itu Angger Tsu, Tourism Videografer membahas mengenai potensi platform online dan videografi yang dapat dijadikan sebagai media branding objek wisata.

Kata Angger, dengan membuat video singkat dan mengunggahnya ke YouTube dan media sosial tentu memiliki efek yang lebih besar daripada memperkenalkannya mulut ke mulut.

"Batu itu kota seribu wisata. Nah agar semakin dikenal, tentu kita bisa manfaatkan media sosial online. Singkatnya satu video berdurasi 1 menit, bisa mengubah pikiran ribuan orang. Bisa menarik perhatian ribuan orang untuk datang," jelas Angger.

Sharing session dengan para peserta
Sharing session dengan para peserta | Foto: Dok. penulis

Dia juga menjelaskan mengenai teknis videografi sederhana agar nantinya mampu dipraktikkan oleh para peserta.

Selain itu dia juga memberi kesempatan pada para peserta untuk menunjukan karya video yang pernah mereka buat. Hal tersebut disambut antusias oleh para peserta dengan menunjukan videonya.

Tarmiani salah satu peserta workshop sekaligus pengelola salah satu desa wisata di Batu mengatakan semakin memiliki harapan besar terhadap potensi wisata dan media yang ada saat ini. Dia juga berharap ke depannya mampu memperbanyak konten video yang diunggahnya ke YouTube.

"Sangat senang bisa belajar banyak di sini. Tadi juga sudah ada beberapa komentar dan perbaikan untuk video saya. Pasti ke depan sosialisasi desa wisata bisa semakin mudah dan bisa semakin banyak dikenal masyarakat juga. Aamiin," ungkap Tarmiani pada akhir acara.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

'Expatriate Dream', Karya Indonesia di Festival Film Hollywood Sebelummnya

'Expatriate Dream', Karya Indonesia di Festival Film Hollywood

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu Selanjutnya

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu

Dimas Ayuna
@dimasayuna

Dimas Ayuna

Bukan apa-apa, hanya seorang mahasiswi yang sampai sekarang masih belajar menulis.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.