Mengenal Aming Prayitno, Sang Pembuat Lambang KORPRI

Mengenal Aming Prayitno, Sang Pembuat Lambang KORPRI

Lambang KORPRI © jatikom

Tanggal 29 Nopember selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia atau yang disingkat KORPRI. Tepatnya pada 29 Nopember 1971, KORPRI dibuat sebagai wadah seluruh pegawai yang melayani warga Indonesia yang terdapat di hampir seluruh lini dinas. Pegawai tersebut biasa dipanggil sebagai Pergawai Negeri Sipil (PNS). Para anggota KORPRI yang kesemuanya adalah pegawai negeri sipil ini memiliki satu seragam wajib yakni seragam batik KORPRI dengan motif lambang atau logo KORPRI dan berlatar warna biru.

Namun, tahukah kawan GNFI siapa sosok di balik lambang KORPRI tersebut?

Sosok di balik lambang yang hingga kini melekat di seragam KORPRI yakni Aming Prayitno, seorang pelukis kenamaan pada jamannya. Aming Prayitno adalah pelukis kelahiran Surakarta 9 juni 1943 yang menjadi dosen seni rupa di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia atau kini berganti nama menjadi Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Aming pernah belajar seni di Belgia, tepatnya di Koninklijk Akademie Voor Schonkunsten Gent pada tahun 1976 dan melanjutkan di STSRI Yogyakarta hingga tahun 1977 kemudian dilanjutkannya mengadbdi di STSRI Yogyakarta sebagai dosen seni rupa.

Aming Prayitno | Foto : Indonesian Visual Art Archieve

Kiprahnya membuat desain lambang KORPRI berawal dari lomba pembuatan desain lambang KORPRI pada tahun 1973. KORPRI saat itu masih berusia dua tahun. Salah satu juri perlombaan tersebut adalah Koesnadi, seroang kritikus seni rupa Indonesia. Perlombaan desain lambang KORPRI dilakukan dua kali karena tidak menemukan lambang yang dirasa cocok sebagai lambang KORPRI. Akhirnya, Menteri Dalam Negeri saat itu, Amir Mahmud yang sekaligus menjadi ketua KORPRI Pusat menghubungi beberapa pelukis dari Bandung dan Jakarta, juga menghubungi Aming Prayitno untuk turut mengikuti lomba desain lambang KORPRI. Akhirnya, desain lambang yang Aming buatlah yang menjadi pilihan lambang KORPRI hingga kini.

Aming Prayitno adalah seorang pelukis dengan aliran Lirican Abstraction atau disingkat Lirisme. Karya-karya dari pelukis dengan aliran Lirisme bersifat personal, menitikberatkan pada perasaan dan emosi, intuitif, imajinatif, dekoratif dan memiliki dimensi abstrak yang cukup kuat. Lambang KORPRI yang dibuat Aming Prayitno memiliki makna yang mendalam. Lambang KORPRI tersebut berisi pohon Karpataru atau pohon Hayat sebagai pohon pelindung dan penyeimbang alam, dalam pohon Kalpataru tersebut memiliki 17 ranting, 8 cabang dan 45 daun yang meninterpretasikan hari proklamasi Indonesia, selain itu, juga terdapat rumah yang memiliki 5 tiang penyangga sebagai perwakilan 5 asas pancasila sebagai dasar, lambang sayap yang mengartikan sebuah kebebasan dan kesemuanya diberi sentuhan warna kuning emas yang menyiratkan sebagai warna yang tinggi dan mulia. Lambang karya Aming Prayitno-lah yang hingga kini melekat menjadi corak batik printing untuk seragam para anggota KORPRI.

Karya Aming Prayitno yang berjudul Rampongan | Foto : Galeri Nasional
Karya Aming Prayitno yang berjudul Composition with Golden Fish | Foto : MutualArt

Atas dipilihnya desain Aming sebagai pemenang lomba desain lambang KORPRI, Aming mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah uang tunai sebesar lima puluh ribu rupiah pada saat itu. Kemahiran Aming dalam menuangkan pikirannya pada sebuah karya seni rupa tidak hanya membekas pada lambang KORPRI, namun juga tertuang pada penghargaan Raden Saleh Prize sebagai Seni Lukis Terbaik pada tahun 1972 dan Biennale Seni Lukis Indonesia sebagai Seni Lukis Terbaik pula pada tahun 1980. Karya-karya Aming pada rentang waktu 1990 hingga 2016 juga ditampilkan pada pameran The Master #1 yang digelar oleh Kiniko Art Management pada 2017 lalu di Kompleks Sarang Building II, Bantul – Yogyakarta. Nama Aming juga disejajarkan dengan beberapa pelukis ternama Indonesia, antara lain Nyoman Gunarsa, Djokok Pekik, H. Widaayat, Nasirun, G. Sidarta, Sowandi dan Edi Sunarso.

Namun, meskipun karyanya selalu dipakai oleh ratusan ribu pegawai, sosok Aming kini semakin tenggelam di telan jaman. Sebagai generasi yang hidup di tengah mudahnya arus informasi berhilir mudik, mari sedikit demi sedikit membuka kembali tabir sejarah dari hal-hal kecil di Indonesia.


Catatan kaki: historia.id | indoartnow |

Pilih BanggaBangga36%
Pilih SedihSedih9%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi18%
Pilih TerpukauTerpukau18%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Berdedikasi Melalui Kegiatan Sosial di Luar Negeri Sebelummnya

Berdedikasi Melalui Kegiatan Sosial di Luar Negeri

66 dari 99 Km Tol Balikpapan-Samarinda Siap Beroperasi Selanjutnya

66 dari 99 Km Tol Balikpapan-Samarinda Siap Beroperasi

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.