11 Makanan Khas Banyuwangi yang Bikin Lidah Berdansa Kegirangan

11 Makanan Khas Banyuwangi yang Bikin Lidah Berdansa Kegirangan

Salah satu kuliner khas Banyuwangi @ gres.web.id

Kabupaten Banyuwangi yang indah di Jawa Timur dipenuhi dengan hal-hal yang paling menawan. Ada gunung agung yang berdiri tegak seperti Ijen, ada hutan yang rimbun dan ada juga lautan indah yang menghubungkan Jawa dan Bali.

Satu hal lain yang tidak boleh Kawan GNFI lewatkan adalah pesta kuliner yang ditawarkan dengan rasa unik mereka.

Ayam Kesrut

Ayam Kesrut khas Banyuwangi

Salah satu hidangan yang dikenal Banyuwangi adalah ayam kesrut. Ayam kKesrut sebenarnya merupakan kelezatan kuliner dari Suku Osing Banyuwangi dan bahkan ditampilkan di Festival Kuliner Banyuwangi tahun lalu.

Hidangan ini menyatukan ayam lokal dengan bumbu-bumbu seperti potongan cabe merah besar, cabe rawit, pasta udang, gula, garam, dan bilimbi (belimbing wuluh) untuk rasa asam.

Hidangan ini dimasak dengan memotong ayam menjadi potongan-potongan kecil dan kemudian merebusnya menjadi campuran bumbu. Bilimbi yang telah dipotong datang terakhir untuk menambahkan rasa asam ke dalam campuran pedas.

Ini adalah hidangan sederhana untuk dibuat, sama seperti sup. Rasanya benar-benar nikmat dengan sedikit rasa segar, asam, dan pedas.

Kawan GNFI dapat menemukan hidangan ini di banyak kedai makanan di sekitar Banyuwangi, khususnya di sekitar gunung Ijen, di mana udaranya yang sejuk membuat hidangan ini menjadi lebih nikmat!

Sop iga goreng

Sop Iga Goreng

Hidangan populer yang telah memikat hati banyak orang di seluruh Indonesia ini sebenarnya adalah spesialisasi Banyuwangi. Sop iga sapi ini segar dan gurih dengan rempah-rempah seperti kayu manis, bawang putih, cengkeh ditambah dengan kentang, wortel, daun bawang, seledri, dan kaldu jamur.

Tidak seperti sop lainnya, sop iga sapi ini memakai iga sapi goreng dan biasanya dimakan dengan nasi.

Sangat jarang melihat hidangan sop dengan daging yang sudah dimasak sebelumnya dan digoreng, bukannya daging sapi rebus yang biasa. Untuk menambah rasa, cocok disantap dengan sambal.

Ikan pindang koyong

Ikan Pindang Koyong

Banyuwangi juga menawarkan hidangan lezat khas daerah pesisir dengan percaya diri dengan pasokan ikan segar: Ikan pindang koyong.

Sepintas, terlihat seperti hidangan Indonesia populer lainnya bernama soto, terutama dengan saus kuningnya, tetapi ini dimasak sangat berbeda.

Seperti banyak masakan Jawa, hidangan ini dimasak dengan rempah-rempah seperti garam, gula, lada, cabe rawit, bawang, lengkuas, serai, jahe, dan kunyit.

Proses memasak ini dimulai dengan air mendidih dan dimasukkan ke dalam ikan (biasanya tuna atau makarel). Lalu masukkan bumbu lezat dengan api sedang. Ini akan menambah rasa hidangan segar yang indah ini. Sajikan dengan nasi dan voila, makananmu sudah siap!

Lobster asam manis

Lobster Asam Manis

Keistimewaan lain dari wilayah pesisir Banyuwangi adalah lobster asam dan manis. Biasanya, lobster hanya digoreng atau dimasak dengan sangat sederhana, tetapi saus ini akan membuatmu menikmati rasa asli lobster segar, dengan sedikit rasa manis dan asam yang ditambahkan ke dalamnya.

Tidak ada cara yang lebih baik untuk menikmati hidangan ini sambil melihat pemandangan indah dari pantai Banyuwangi. Yum!

Rujak soto daging

Rujak Soto Daging

Hidangan sup lainnya. Rujak soto adalah resep Banyuwangi untuk mencampur dua hidangan favorit Indonesia, yaitu rujak dan Soto.

Rujak sendiri adalah hidangan salad sayuran tradisional yang biasanya tajam dan pedas dengan balutannya yang terbuat dari cabai bubuk. Kemudian soto adalah hidangan sup terutama terdiri dari kaldu, daging, dan sayuran.

Kawan GNFI bisa mencampur keduanya bersama-sama dan menambahkan daging sapi ke dalamnya. Kamu akan mendapatkan rujak soto daging spesial!

Pecel pitik

Pecel Pitik

Kaya akan rasa, pecel pitik adalah spesialisasi kuliner Banyuwangi. Bahan dasar hidangan ini adalah ayam dan atasnya dengan bumbu pecan kelapa, cabe rawit, pasta udang, garam, dan gula.

Semua bumbu-bumbu ini dijumlahkan menjadi hidangan yang rasanya pedas, nikmat, dan memiliki tekstur yang unik (semuanya berkat kelapa). Kawan GNFI bisa menemukan hidangan ini di sekitar Banyuwangi, dan di bagian lain Jawa.

Nasi tempong

Nasi Tempong

Campuran dari sayuran rebus, biasanya bayam dan daun kemangi, kemudian dilengkapi dengan lauk pauk seperti bakwan, tempe, dan ikan jambal digoreng dengan tepung.

Keunikannya adalah ketika kamu menuangkan saus kacang ke nasi. Saus cabe kemudian ditambahkan, atau pasta cabe yang merupakan bahan utama hidangan.

Nama "tempong" sebenarnya diterjemahkan sebagai "tamparan", karena makan hidangan ini akan terasa seperti tamparan ke wajah dengan rasa pedasnya. Terdengar seperti tantangan?

Uyah asem

Uyah Asem

Spesialisasi sup lainnya dan hidangan pedas, Banyuwangi menawarkan uyah asem. Ini adalah hidangan sederhana dengan ayam dan beberapa sayuran seperti pepaya muda dan Belimbing Wuluh, tetapi campuran kepedasan dan asam adalah yang menarik perhatian orang.

Uyah asem biasanya disajikan dengan nasi, dan persiapkan dirimu untuk sedikit kesegaran dan kehangatan itu.

Ketan ketot

Ketan Ketot

Ketan Ketot dimulai dengan proses memasak yang unik, spesialisasi dari Suku Osing Banyuwangi. Nasi ketan ini dibungkus dengan daun kemiri, parutan kelapa muda, santan kental, dan garam. Bungkusnya dipercaya sebagai hidangan antibakteri.

Tahu walik

Tahu Walik

Tahu adalah bahan populer dalam banyak masakan Indonesia dan dimasak dengan cara yang berbeda. Tahu walik sebenarnya sangat mudah dibuat karena kamu hanya perlu menggoreng tahu dan mencelupkannya ke dalam adonan ayam dan sapi, yang dihaluskan menjadi tepung kemudian dibentuk seperti bakso.

Tahu kemudian dijatuhkan kembali ke dalam kompor dan masak sampai berwarna emas dan renyah. Seperti hidangan Banyuwangi lainnya, tahu walik disajikan dengan nasi dan saus sambal.

Kucur

Kucur

Berbeda dengan hidangan asam dan pedas yang telah disebutkan, Banyuwangi juga memiliki hidangan untuk kamu yang memiliki gigi manis. kucur atau kue kucur adalah makanan penutup yang terbuat dari tepung nasi goreng dan gula aren.

Kue-kue ini dipanggang sampai tebal dan seperti gunung, yang berarti itu menonjol di tengah dan tipis di bagian luar. Kue yang indah ini juga dikatakan terlihat seperti bunga lotus.

Referensi: gres.web.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

7 Tips Liburan di Kepulauan Seribu Sebelummnya

7 Tips Liburan di Kepulauan Seribu

Berbagi Tugas Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik Selanjutnya

Berbagi Tugas Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik

olivia florendra
@oliviaflorendra

olivia florendra

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.