Ngeri, Festival Film Sundance Didatangi Perempuan Tanah Jahanam!

Ngeri, Festival Film Sundance Didatangi Perempuan Tanah Jahanam!

Salah satu cuplikan film dalam film Perempuan Tanah Jahanam © Medium.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

"Kamu, kesalahan yang harus aku hapus!" Masih ingat dengan kalimat ini dalam film Perempuan Tanah Jahanam? Sutradara Joko Anwar kian mendulang banyak apresiasi atas keberhasilan film tersebut.

Setelah film Gundala karyanya ditayangkan di Festival Film Toronto 2019, kini film Perempuan Tanah Jahanam dinyatakan lolos untuk mengikuti Festival Film Sundance 2020.

Festival Film Sundance sendiri merupakan ajang festival film bergengsi di dunia bersama dengan Festival Film Cannes, Festival Film Toronto, Internationale Filmfestspiele Berlin, dan Mostra Internazionale d'Arte Cinematografica di Venezia.

Festival ini diberlangsungkan sejak tahun 1987 dengan nama Utah/US Film Festival, kemudian berganti nama menjadi Sundance Film Festival pada 1991.

Festival Film Sundance dianggap bergengsi karena sudah lebih dari puluhan ribu film terbaik dari seluruh dunia bersaing untuk lolos screening pada festival ini.

Ajang ini merupakan wadah untuk filmmaker bertalenta agar mendapatkan tolak ukur serta memberikan terobosan demi kemajuan dunia perfilman itu sendiri. Beberapa nama sutradara ternama seperti Quentin Tarantino dan James Wan juga memulai kejayaan melalui Festival Film ini.

Tahun ini sebanyak 15.100 judul film diseleksi dan sudah terkonfirmasi dengan total 118 film dari 27 negara dapat mengikuti ajang Festival Film Sundance 2020. Dan, hanya 2 film Asia yang lolos diantara jumlah yang telah disebutkan. Salah satunya dari Indonesia, yaitu Perempuan Tanah Jahanam.

Caption (Sumber Gambar)
Joko Anwar | Foto: fimela.com

Perempuan Tanah Jahanam atau yang memiliki judul internasional Impetigore adalah satu-satunya film Asia dalam kategori "MIDNIGHT" di Festival Film Sundance 2020. Judul-judul film sebelumnya yang pernah masuk ke dalam kategori ini adalah The Hereditary, Ari Aster (2018) dan The Babadook, Jennifer Kent (2014).

Film yang mendapatkan rating 7.7/10 versi IMDb ini memang diakui kredibelitasnya sebagai film horor Indonesia dengan atmosfer baru.

Perempuan Tanah Jahanam atau Impetigore bercerita tentang teka-teki kutukan yang dialami oleh kampung si peran utama, yaitu Maya (Tara Basro). Tak lama dikarenakan kebutuhan uang maka Maya dan Dini (Marissa Anita) mencoba untuk mencari harta peninggalan keluarga Maya di tanah kelahiran Maya di sebuah desa kecil yang terisolasi dari dunia perkotaan.

Konflik pun tak dapat dihindari ketika Maya sadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres terhadap desa tersebut. Hal ganjil juga dirasakan oleh Dini ketika mereka bertemu dengan ibu dari sang kepala desa, Nyi Misni (Christine Hakim). Kejadian yang tidak disangka oleh Maya terjadi ketika Dini menghilang dan Maya mulai mengetahui mengapa di desa tersebut banyak sekali kuburan anak kecil.

Pembunuhan dan balas dendam tak dapat dipungkiri. Kutukan dan darah tetap mengalir. Ketegangan tiada henti dipertontonkan secara apik.

Pastinya dengan alur mencekam dan sinematografi yang ciamik, film ini memang cocok untuk menjadi film yang siap membuat siapapun penontonnya takut sekaligus takjub!

Referensi: sundance.org | ayobandung.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mari Bernostalgia Bareng Permainan Tradisional Anak Indonesia! Sebelummnya

Mari Bernostalgia Bareng Permainan Tradisional Anak Indonesia!

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer" Selanjutnya

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"

Raka Nugraha
@rakanugraha

Raka Nugraha

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.