Indonesia Adalah Negara ASEAN Pertama yang Menerapkan Car Free Day

Indonesia Adalah Negara ASEAN Pertama yang Menerapkan Car Free Day

Car Free Day © iStock

Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang kerap disebut dengan Car Free Day merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat guna menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini bermula dari kesadaran penduduk di berbagai belahan dunia mengenai bahaya pemanasan global yang salah satu penyebabnya adalah gas-gas dari kendaraan bermotor. Car Free Day pertama kali di adakan di Belanda dan Belgia pada tahun 1956 setiap hari Minggu yang dimulai pada 25 Nopember 1956 hingga 20 Januari 1957.

Lalu, kapan tepatnya Indonesia menerapkan Car Free Day?

Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang menerapkan Car Free Day. Pada 22 Oktober 2007, Car Free Day di Indonesia pertama kali diterapkan di Jakarta yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan ruas Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman. Mulanya, Car Free Day di Jakarta diadakan sekali dalam sebulan, kemudian frekuensinya bertambag menjadi dua kali dalam sebulan. Setelahnya, Car Free Day menjadi agenda wajib di setiap hari Minggu di berbagai ruas jalan Jakarta yang kemudian diikuti oleh berbagai kota dan kabupaten di seluruh negeri. Kegiatan yang dilakukan selama Car Free Day adalah pembebasan ruas jalan tertentu dari kendaraan bermotor dan jalan tersebut digunakan untuk beragam aktifitas masyarakat seperti berolahraga dan kampanye sosial seperti peduli lingkungan, peduli disabilitas dan beragam kegiatan positif lainnya.

Salah satu bentuk kampanye yang dilakukan saat Car Free Day | Foto : BPM RI

Selain menerapkan Car Free Day secara konsisten, Indonesia juga menjadi pelopor Car Free Day ASEAN. Hal tersebut dilakukan pada 5 Agustus 2018 lalu melalui acara ASEAN Car Free Day. Acara tersebut dibuka dengan pemecahan rekor dunia Tari Poco-Poco Terbesar yang melibatkan lebih dari 65.000 orang di sepanjang jalan protokol di Jakarta. Melalui acara tersebut, Indonesia menjadi pemimpin dalam menggerakkan negara-negara di ASEAN untuk menerapkan Car Free Day. Negara-negara tetangga seperti Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia kini sudah menerapkan Car Free Day dan diharapkan negara-negara lain dapat menerapkan Car Free Day sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga kondisi bumi dari bahaya pemanasan global yang diakibatkan oleh gas-gas kendaraan bermotor.

Hari Bebas Kendaraan Bermotor secara internasional ditetapkan setiap tanggal 22 September yang dirayakan di berbagai belahan dunia guna meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor dalam satu hari tersebut. Selain menerapkan Car Free Day, ada beragam cara lainnya yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi bumi, antara lain dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang tercecer bukan pada tempatnya tidak hanya dapat merusak pemandangan, namun juga dapat mencemari tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi tidak subur dan sukar tanaman untuk tumbuh. Selain itu, sampah yang terus menerus ditumpuk dapat menimbulkan gas metan, gas metan ini adalah salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan naiknya suhu bumi sehingga menjadi salah satu penyebab pemanasan global.

Dokumentasi pemecahan rekor dunia Tari Poco Poc Terbesar pada acara Car Free Day ASEAN | Foto : ASEAN

Hal kecil terebut dapat menjadi sangat berpengaruh bagi masa depan apabila dilakukan secara serentak, bersama-sama dan konsisten. Mari jaga bumi kita dari berbagai macam kerusakan agar anak cucu kita juga dapat merasakan keindahan seperti apa yang kita rasakan kini.

Salam Lestari.


Catatan kaki: Wikipedia | Liputan6 | depkes

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menjaga Paru-paru Dunia, Tugas Kita Bersama Sebelummnya

Menjaga Paru-paru Dunia, Tugas Kita Bersama

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning Selanjutnya

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.