Menjaga Paru-paru Dunia, Tugas Kita Bersama

Menjaga Paru-paru Dunia, Tugas Kita Bersama

katadata.co.id

Akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kebakaran hutan dan gunung di Indonesia. Salah satu bencana kebakaran besar yang ada terjadi di kawasan Gunung Merbabu, contohnya.

Kebakaran yang diperkirakan telah menghanguskan 436 hektare lahan hutan di Gunung Merbabu ini telah banyak menyebabkan keanekaragaman flora dan fauna terganggu.

Lahan yang terbakar dari zona terluar yang berbatasan dengan kawasan desa itu zona tradisional, kemudian juga membakar zona rehabilitasi yang dilakukan penanaman kemarin dan masuk ke zona rimba dan zona inti.

Kebakaran hutan dan lahan dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Cuaca yang ekstrem merupakan salah satu faktor alam, sedangkan faktor manusia disebabkan karena human errors atau kesalahan manusia.

Seharusnya manusia sadar terkait dampak yang terjadi dari kebakaran hutan tersebut. Kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak yang cukup besar bagi kerugian manusia baik secara materiil maupun imateriil.

Selain ekosistem alam yang terganggu, kebakaran hutan dan lahan juga menimbulkan dampak negatif lainnya, seperti terkait dengan sumber mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, menjadi terganggu akibat rusaknya pipa-pipa air karena terbakar.

Asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti asma, sesak napas, dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Apakah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia merupakan salah satu bukti konkret bahwa upaya pemerintah tidak serius dalam menanganinya? Ataukah kelalaian dan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar mengenai lingkungan?

Pada kenyataannya, sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat dan upaya penanganan pemerintah dilakukan setelah terjadinya kebakaran dan menimbulkan dampak yang besar. Peraturan-peraturan yang telah dibuatpun tidak terealisasikan sepenuhnya.

Tidak serta merta tindakan pemerintah yang lambat dan lalai adalah satu-satunya penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang semakin luas.

Kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya hutan masih dinilai minim. Lebih-lebih para pelaku bisnis/pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan pribadinya saja. Keegoisan itulah yang menyebabkan mereka rela untuk membuka lahan dengan membakar hutan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Tidak dimungkiri bahwa kegiatan alam seperti mendaki gunung yang sedang tren akhir-akhir ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan.

Kurangnya pengetahuan dan kelalailan pendaki seperti membuang putung rokok sembarangan, membuat api unggun dan meninggalkan sebelum apinya benar-benar padam, adalah bukti nyata.

Kemudian mengenai tanggung jawab salah siapa atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan masih sering menimbulkan konflik dan kecenderungan melempar tanggung jawab antara berbagai pihak yang terlibat.

Masing-masing pihak tidak mau disalahkan, dan meninggalkan teka-teki yang sulit dipecahkan.

Lalu ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi, salah siapa? Berdebat mengenai siapa yang salah dalam hal ini bukanlah hal yang terpenting. Hal yang terpenting untuk kita lakukan adalah upaya bagaimana kita menangani secara serius agar kebakaran tidak semakin meluas.

Ikut serta membantu pihak berwajib mengidentifikasi pelaku pembakaran hutan, dan mengupayakan untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan, dan selalu mengupayakan untuk melakukan reboisasi.

Memberikan edukasi kepada masyarakat untuk peduli terhadap kebakaran hutan perlu disebarluaskan. Edukasi tersebut juga harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini melalui pendidikan lingkungan hidup.

Pendidikan lingkungan hidup tidak akan mengubah situasi dan kondisi lingkungan yang telah rusak, tetapi pendidikan ini diarahkan pada pentingnya aspek sikap dan perilaku anak untuk mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah berperan penting untuk bertindak cepat dan tegas kepada para pelaku pembakaran hutan.

Hal yang terpenting lainnya adalah keberadaan masyarakat yang dekat dengan daerah rawan kebakaran, sehingga berpotensi untuk melakukan pencegahan terhadap potensi kebakaran dan pemadaman awal dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, sehingga meluasnya wilayah kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan pencegahan secara dini.

Peran keduanya sangat penting agar kelestarian hutan dan lahan tetap terjaga, sehingga peristiwa yang sama tidak akan terulang di tahun-tahun selanjutnya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Perubahan Kurikulum di Indonesia, Apa Manfaatnya? Sebelummnya

Perubahan Kurikulum di Indonesia, Apa Manfaatnya?

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti Selanjutnya

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti

Sismono Saiz
@sismono_

Sismono Saiz

Perkenalkan saya sismono, saya berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Saya sangat menyukai, keberagaman saya sangat menyukai toleransi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.