Berkenalan dengan Aplikasi Teknologi untuk Pelatihan Vokasi

Berkenalan dengan Aplikasi Teknologi untuk Pelatihan Vokasi

ASEAN Australian Dialogue (AAED) 2019 by AJAR.id

ASEAN-Australia Education Dialogue (AAED) kembali diselenggarakan pada tanggal 18-20 November 2019. Dengan tema utama Building Quality Assurance and Sustainability in International Education, AAED 2019 bertujuan untuk memberikan peluang bagi para stakeholder dari ASEAN dan Australia untuk terlibat dalam pengembangan di seluruh sektor pendidikan.

Selain tema utama, AAED 2019 membahas tujuh tema pendidikan lainnya yang melibatkan Australia dan ASEAN. Salah satunya adalah Harnessing Digital Technology for Application in Workplace Training with Employment Outcomes yang menitikberatkan pada bagaimana penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar yang mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja.

Pada tema ini, AJAR Hospitality, salah satu startup di bidang pendidikan dari Indonesia mempresentasikan secara rinci bagaimana proses penerapan Hybrid Learning untuk pendidikan bidang pariwisata dengan ASEAN Standard Competency yang meliputi pendidikan dan pelatihan vokasi perhotelan.

Dalam proses pembelajaran Hybrid Learning, teori disampaikan secara digital dengan web interaktif, video, kuis, dan online coach, sedangkan praktik dilakukan di laboratorium pariwisata sehingga program hybrid learning ini dapat menghemat 45 persen pengeluaran daripada program belajar konvensional.

“Selama satu tahun terakhir, Hybrid Learning sudah banyak diterapkan di SMK perhotelan, BPPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja), dan industri perhotelan di Indonesia. Hal ini selaras dengan program pembangunan SDM yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia, di mana program pendidikan berfokus pada pendidikan vokasi. Di tahun 2020, kami sudah siap ke level regional dan global”, ujar Ikin Solikin, CEO AJAR Hospitality.

“Arsitektur yang dirancang oleh AJAR dapat menjadi revolusi metode belajar bagi dunia pendidikan vokasi dan dapat digunakan oleh kampus-kampus di Australia untuk menyaring lebih banyak pelajar dari ASEAN, karena biaya belajar yang diperlukan relatif lebih murah daripada gaya belajar konvensional,” ujar Claire Field, moderator AAED 2019.

Dengan dilaksanakannya tema Harnessing Digital Technology for Application in Workplace Training with Employment Outcomes, harapannya stakeholder dari ASEAN dan Australia dapat memetakan kerangka kurikulum belajar antar-kedua regional dengan menggunakan teknologi, sehingga kualitas SDM juga meningkat dan biaya belajar dapat ditekan.


Sumber: aseanaustraliadialogue.com | AJAR.id | AJAR.co.id | AJAR Hospitality

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sebuah Makna “Unity in Diversity” untuk Indonesia Sebelummnya

Sebuah Makna “Unity in Diversity” untuk Indonesia

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu Selanjutnya

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu

Andra _
@andra

Andra _

_

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.