Kabar Baik! Indonesia Masuk Kategori Pembangunan Manusia Tingkat Tinggi

Kabar Baik! Indonesia Masuk Kategori Pembangunan Manusia Tingkat Tinggi

Press Conference Human Development Report 2019 © Dessy Astuti/GNFI

Pembangunan manusia memiliki makna yang luas dengan ide dasar untuk menciptakan pertumbuhan yang positif dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, politik, budaya dan kesejahteraan manusia.

Oleh karena itu, manusia harus diposisikan sebagai kekayaan bangsa dengan memiliki kehidupan yang produktif.

United Nations Development Programs disingkat UNDP yang merupakan program pembangunan PBB untuk mewujudkan demokrasi dalam suatu negara, menanggulangi kemiskinan, dan membantu suatu negara untuk bangkit dari keterpurukan, merilis sebuah Laporan Pembangunan Manusia 2019 pada Selasa (10/12) di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.

Perilisan Laporan Pembangunan Manusia 2019 tersebut diberi judul “Melampaui Pendapatan, Melampaui Rata-rata, Melampaui Hari Ini: Ketimpangan Pembangunan Manusia di abad ke-21.”

Data IPM Indonesia | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Indonesia yang telah bergabung dengan jajaran negara-negara di dunia dengan pembangunan manusia tinggi, berhasil menempati kategori pembangunan manusia tingkat tinggi di antara empat kategori yaitu, rendah, menengah, tinggi, dan sangat tinggi.

Dengan hasil tersebut, Indonesia pun menduduki peringkat 111 dari 189 negara dan wilayah.

Pada tahun 1990 hingga 2018, nilai indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia meningkat 0,525 menjadi 0,707. Itu berarti IPM Indonesia meningkat sebanyak 34,6 persen dalam waktu 28 tahun.

Selama periode yang sama, tercatat data tren IPM Indonesia berdasarkan data deret waktu yang konsisten yaitu, harapan hidup saat lahir dari 62,3 menjadi 71,5; harapan lama sekolah dari 10,1 menjadi 12,9; rata-rata lama sekolah dari 3,3 menjadi 8,0; dan pendapatan nasional bruto per kapita dari 4,399 menjadi 11,256.

Data tersebut didapat dari berbagai sumber secara global yang dikumpulkan oleh UNDP, baik data nasional maupun internasional. Misalnya data untuk tingkat pendidikan, didapat dari United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), data pendapatan nasional bruto per kapita didapat dari World Bank, dan data nasional didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Masuk kelompok negara dengan status pembangunan tinggi adalah tonggak sejarah bagi Indonesia. Prestasi ini adalah hasil dari komitmen nasional yang kuat untuk pembangunan manusia, yang tidak hanya mencakup pertumbuhan ekonomi tetapi juga kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan dan pendidikan yang diukur oleh IPM,” ujar Christophe Bahuet, selaku Kepala Perwakilan UNDP Indonesia.

Christophe melanjutkan bahwa laporan tersebut juga membawa pesan bagi Indonesia untuk lebih memajukan pembangunan manusia, termasuk kebutuhan untuk mengurangi kesenjangan yang ada dan untuk mengantisipasi ketimpangan baru di masa depan.

Masuk dalam kategori pembangunan manusia tingkat tinggi nyatanya tidak menjamin hilangnya kesenjangan sosial di Indonesia. Itulah yang menjadi tantangan bagi Indonesia meskipun sudah mengalami kemajuan ekonomi. Namun, pemerintah Indonesia terus berusaha untuk memastikan agar manfaat pembangunan ekonomi dapat tersebar luas dan mencapai wilayah yang terpinggir dahulu.

Menurut Christophe, salah satu untuk mengatasi kesenjangan tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan agar dapat meningkatkan kualitas dan memaksimalkan perkembangan teknologi untuk masa depan.***

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau75%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Rabiah Si Malaikat Mengapung Jadi Sorotan di Acara UNDP Sebelummnya

Rabiah Si Malaikat Mengapung Jadi Sorotan di Acara UNDP

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning Selanjutnya

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

Si penyuka buku, bakso, dan kucing.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.