Antusiasnya Anak-anak Vietnam Belajar Bahasa Indonesia

Antusiasnya Anak-anak Vietnam Belajar Bahasa Indonesia

Ilustrasi anak-anak Vietnam © Larm Rmah/Unsplash

  • Jumlah pemelajar bahasa Indonesia di Vietnam terus meningkat, terutama dari golongan anak muda.
  • Dengan demikian, tempat belajar bahasa Indonesia pun ditambah.
  • Tenaga pengajar juga diperbanyak dengan dikirim ke Hanoi.

Jumlah peminat bahasa Indonesia di kalangan anak-anak Vietnam semakin meningkat. Dengan demikian, bertambah pula tempat belajar bahasa Indonesia di sana, dan tenaga Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dikirim ke Hanoi.

Dalam siaran pers yang diterbitkan KBRI Hanoi, tercantum jumlah pemelajar Bahasa Indonesia pada Agustus 2018 sebanyak 129 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa. Kemudian di periode ketiga dari Juli–Desember 2019, jumlah pemelajar mencapai 155 orang.

Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia juga mengalami peningkatan. Untuk mendatangkan tenaga pengajar BIPA, KBRI Hanoi bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Para pemelajar dan pengajar bahasa Indonesia di Hanoi, Vietnam | Foto: Dok. KBRI Hanoi

Pada periode pertama dan kedua dari bulan Agustus-Desember 2018 dan Januari-Juni 2019, tenaga pengajar BIPA yang ditugaskan ke Hanoi hanya satu orang. Namun, seiring bertambahnya pemelajar dan tempat pengajaran Bahasa Indonesia, untuk periode ketiga dari Juli-Desember 2019, PPSDK Kemdikbud RI menambah tenaga pengajar menjadi 2 orang.

Bahkan pada periode keempat yang akan berlangsung dari Januari-Juni 2020, Kemdikbud RI direncanakan akan mengirim tiga orang pengajar.

BACA JUGA: Gorontalo Ekspor Tepung Kelapa ke Inggris

“Ketika belajar Bahasa Indonesia, mereka (anak muda Vietnam) tidak hanya mempelajari bahasanya tetapi juga budayanya. Ini adalah modal penting dalam meningkatkan mutual understanding antarkedua negara,” ujar Duta Besar RI di Hanoi, Ibnu Hadi.

Beliau juga menggarisbawahi bahwa pengajaran Bahasa Indonesia adalah bagian penting dari soft power diplomacy Indonesia di Vietnam.

Pengajaran Bahasa Indonesia di Hanoi pertama kali dibuka di dua tempat, yaitu Umah Indo – Pusat Promosi Indonesia di Hanoi, dan Hanoi University.

Selanjutnya, mulai 15 Februari 2019 Bahasa Indonesia mulai diajarkan sebagai mata kuliah pada program Oriental Studies di University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University (USSH VNU), Hanoi.

Saat ini, Bahasa Indonesia di Hanoi diajarkan dalam tiga level dari total enam level, yaitu mulai dari level A1, A2, sampai B1.

BACA JUGA: Java Preanger, Kopi Lokal Kelas Internasional

Salah satu pengajar BIPA, Yeyen Purwiyanti mengatakan bahwa pelajar Bahasa Indonesia di Hanoi sangat aktif dan antusias.

“Secara lisan, mereka telah berhasil menyampaikan ide dan konsep tentang suatu hal dengan lugas” ucapnya.

Kemudian pengajar BIPA lainnya, Fitria Wiryati, optimis ke depannya pengajaran BIPA di Hanoi dapat dilakukan sampai level terakhir, yaitu level C2.

“Dengan motivasi tinggi dan konsistensi yang dimiliki pemelajar BIPA di Hanoi sangat memungkinkan mereka bisa sampai pada level C2,” ungkapnya.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Duka dalam Tarian Ma'badong Sebelummnya

Duka dalam Tarian Ma'badong

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.