Pertama di Indonesia, Ruas Tol yang Mempunyai Nada Lagu Saat Dilewati

Pertama di Indonesia, Ruas Tol yang Mempunyai Nada Lagu Saat Dilewati

Ilustrasi © Unsplash.com

Berkendara di jalan tol tentu memberikan sensasi tersendiri. Jalan bebas hambatan yang terbentang ratusan kilometer tersebut 'seolah' menantang kita untuk memacu kendaraan kita sekencang mungkin. Inilah yang dikhawatirkan banyak pihak. Salah satu penyebab kecelakaan di jalan tol adalah karena kendaraan yang dipacu dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika terjadi sedikit saja kesalahan, akan berakibat fatal.

PT Jasamarga terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan tol. Salah satunya dengan menghadirkan singing road atau jalan bernada (singing road). Pertama di Indonesia, diperkenalkan inovasi untuk menekan angka kemacetan, jalan bernada yang dipasang oleh PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), berupa marka jalan berupa rumble strip. Rumble Strip ini dipasang di lajur jalan tol, tepatnya di kilometer 644+200 B (arah Surabaya-Solo).

"Singing road adalah marka jalan berupa rumble strip yang dipasang di lajur jalan tol tepatnya di Km 644+200 B (arah Surabaya-Solo) yang jika dilewati kendaraan dengan kecepatan 80-100 Km/jam akan menimbulkan bunyi (nada)," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) A.J. Dwi Winarsa, Kamis (19/12).

Dwi menjelaskan, sebelumnya singing road telah di pasang di daerah rawan kecelakaan di Km 618 jalur B berdampak pada jumlah kasus kecelakaan yang berkurang dan saat ini singing road dipindahkan di Km 644 jalur B (arah Surabaya-Madiun) sebab di lokasi tersebut rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.Dwi berharap setelah dipasang singing road, kasus kecelakaan di titik tersebut, tidak terjadi lagi.

Dwi menambahkan singing road akan berbunyi jika kendaraan yang melintas di titik tersebut kecepatan minimalnya 80 km/jam.

“Saat melintas di titik itu, pengendara seperti melewati jalan yang diberi garis kejut. Bunyi yang dikeluarkan berupa nada lagu "Happy Birthday to You”. Nada lagu ini sengaja dipilih karena sudah familiar didengar ditelinga masyarakat," jelasnya.

Kepada pengguna tol, Dwi mengingatkan untuk mematuhi batas laju kecepatan maksimal 100 km/jam saat melintas di jalan tol. Sebab, kasus kecelakaan banyak terjadi karena pengendara mengemudi dengan kecepatan di luar batas yang sudah ditentukan.

Pilih BanggaBangga27%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli15%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau49%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ketika Tugu Monas Berselimut Hologram Video Mapping Sebelummnya

Ketika Tugu Monas Berselimut Hologram Video Mapping

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu Selanjutnya

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

1 Komentar

  • GoesTomo

    Yang sy alami sendiri, sistem kejut tersebut cukup sukses, membuat pengemudi mengurangi laju kecepatan kendaraannya dikarenakan kaget dengan nada yg ditimbulkan dan seakan akan ada kendala di kendaraannya

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.