Mengintip Isi Pura Tertua di Nusantara

Mengintip Isi Pura Tertua di Nusantara
info gambar utama
  • Melihat ke dalam Pura Mandara Giri Semeru Agung, apa saja isi di dalamnya.
  • Pura Mandara Giri Semeru Agung adalah pura tertua di Indonesia.
  • Lokasinya di Lumajang, Jawa Timur.

Terungkapnya Pura Mandara Giri Semeru Agung sebagai pura tertua di Indonesia, juga menimbulkan tanya. Apa saja isi pura tersebut? Apakah bisa dijadikan destinasi wisata juga?

Dilansir dari lokalkarya.com, di pura ini terdapat ruangan aula atau Pandapa, ornamen patung gajah atau bale gajah, yang menjaga senyawa bangunan dan fungsinya. Sebab, pura ini masih dipakai untuk aktivitas keagamaan.

Di hari Minggu Manis, Wuku Menail, contohnya, ada upacara Pamlaspas Alit dan Mapulang Dasa Sarwa Sekar. Kemudian sehari sebelum hari raya Nyepi, beragam kegiatan bisa disaksikan di pura ini. Ada Melasti yang merupakan upacara penyucian diri, dan arak-arakan ogoh-ogoh yang tidak kalah serunya dengan di Bali.

Meski begitu, Pura Mandara Giri Semeru Agung juga bisa dijadikan destinasi wisata, tepatnya objek wisata religi. Misalnya di sekitar bulan Juli setiap tahunnya, pura ini didatangi masyarakat Hindu dari luar Jawa Timur, termasuk Bali.

Mereka menghadiri upacara Piodalan (ulang tahun pura) dengan berdoa dan menyaksikan beragam kesenian, termasuk kesenian Bali.

BACA JUGA: Sepenggal Cerita dari Pura Tertua di Indonesia

Untuk spot wisatanya, di sekitar kawasan Senduro ada mata air (patirtaan) yang dianggap suci, bernama Watu Klosot. Di tempat inilah biasanya ditampilkan beragam kesenian sewaktu ulang tahun pura.

Sisi artistik sangat menonjol di sisi pura yang terletak di lereng Gunung Merapi ini. Bale Patok, Bale Gong, Gedong Simpen, Bale Kulkul, dan Pendopo menunjukkan lekuk desain indah di pura yang dibangun sekitar tahun 1960-an sampai 1970-an ini.

Nama-nama tersebut adalah tempat beristirahat dan tempat penyimpanan barang. Khusus untuk Pendopo atau yang biasa disebut Pendopo Suci, berfungsi sebagai dapur khusus, Ada juga Bale Patandingan yang kerap digunakan menghelat pertemuan tertentu.

Untuk mendukung kegiatan pura, ada bale-bale lain seperti Pasraman Sulinggih, Bale Simpen Peralatan, dan dua Bale Pagibungan. Lalu di sisi selatan ada Wantilan, semacam pendopo yang megah dan luas.

Bicara tentang sisi selatan Pura Mandara Giri Semeru Agung, ada mitos tersendiri di sana. Konon, di masa pembangunan ketika batu bata baru terbeli, padmasana (tempat sembahyang dan menaruh sajian) dibangun menghadap ke timur tapi tidak bisa diselesaikan.

BACA JUGA: Napak Tilas Karesidenan Besuki

Kemudian padmasana dipindah agak ke utara dan masih menghadap timur, tapi tetap tidak bisa dituntaskan pembangunannya, entah kenapa.

Ketika kebingungan melanda, tiba-tiba ada pawisik (petunjuk gaib) agar padmasana dihadapkan ke selatan, dan panitia pembangunan langsung melakukannya.

Sejak itu pembangunan langsung lancar, diiringi aliran dana yang terus mengucur dari umat Hindu di Bali dan sekitarnya.

Adanya Pura Mandara Giri Semeru Agung sebagai objek wisata di lereng Gunung Semeru juga menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Warung-warung selalu didatangi pembeli, dan sekarang kian banyak penginapan yang ditawarkan.

Terutama di hari-hari suci seperti Purnama, Tilem, Galungan, dan Kuningan, Pura Mandara Giri Semeru Agung langsung banjir pengunjung, dan warga pun banjir untung.

Referensi: lokalkarya.com | babadbali.com | situsbudaya.id | detikTravel

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini