Kupi Khop, Cara Unik Nikmati Kopi

Kupi Khop, Cara Unik Nikmati Kopi

Memelihara Tradisi dan Budaya Aceh Melalui 1001 Kopi Khop © Tagar.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Siapa nih Kawan GNFI yang doyang banget minum kopi, atau isitilahnya “ngopi”?

Nah, buat Kawan GNFI yang mengaku pecinta kopi, harus mencicipi uniknya Kupi Khop. Kupi Khop merupakan kopi yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat, yang disajikan menggunakan gelas terbalik. Ada beragam sumber yang berkaitan dengan asal usul Kupi Khop antara lain adalah dari perkataan terakhir pahlawan Indonesia asal Meulaboh, Teuku Umar. Istilah “Kupi Khop” keluar sebagai kata-kata terakhir Teuku Umar sebelum tewas tertembak saat berperang melawan Belanda. Teuku Umar memberikan isyarat untuk minum kopi bersama sebelum pergi berperang. Hal tersebut dikemukaan oleh Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Meulaboh.

Selain itu, asal usul adanya Kupi Khop atau kopi terbalik juga dimuat dalam laman Kompas yakni bermula dari kebiasaan warga pesisir di Aceh Barat yang minum kopi dalam waktu yang lama. Sekali pesan kopi, diminum seteguk kemudian ditinggal untuk bekerja di laut. Agar kopi tetap hangat dan tidak tercemar debu dan kotoran, oleh sebab itu penyajian kopi menggunakan gelas terbalik, sehingga saat si pemesan kopi kembali dari memancing ikan di laut, mereka masih bisa menikmati kopinya lagi. Meskipun berasal dari Aceh barat, kini kebaradaan Kupi Khop sudah melebar ke berabagai wilayah seperti di Banda Aceh, Aceh Besar dan Jakarta.

Kupi Khop dalam bahasa Aceh berarti Kopi Terbalik | Foto : Picdeer.org

Terus, gimana cara minum kopinya?

Sebelum mengetahui cara meminum Kupi Khop, pertama-tama Kawan GNFI harus tahu cara membuat Kupi Khop, yakni sangat mudah dengan menyeduh bubuk kopi kemudian dibalik dengan alas piring kecil dan selalu disediakan dengan sedotan. Selanjutnya, sedotan ini digunakan untuk mengeluarkan air di balik gelas. Kawan GNFI cukup menyelipkan sedotan ke mulut gelas, setelahnya berikan sedikit tiupan untuk mengeluarkan kopi di balik gelas, sebaiknya tiuplah udara ke dalam gelas secara perlahan dengan sedotan. Kopi akan keluar bersama serbuk kopi ketika Kawan GNFI meniup terlalu kencang, sehingga meniup secara perlahan merupakan pilihan terbaik. Kemudian kopi akan keluar dan memenuhi piring gelas, artinya Kawan GNFI sudah dapat menyeruput Kupi Khop. Dari situ tinggal sesuaikan selera Kawan GNFI untuk menikmati minuman ini, apakah menggunakan sedotan atau langsung dari piring gelas.

Unik, bukan?

Cara menikmati Kupi Khop | Foto : Kata Omed

Nah, di balik cara penyajiannya yang unik, ternyata Kupi Khop memiliki filosofi, lho. Maknanya adalah agar kopi di dalam gelas tidak bercampur dengan kotoran atau polusi dan dapat menjaga kadar keasaman di dalam kopi sehingga tetap dapat dinikmati dalam waktu yang lama. Bagi Kawan GNFI yang penasaran dengan rasa Kupi Khop, berkunjunglah ke daerah-daerah di Aceh. Harga Kupi Khop sangat terjangkau yakni kisaran lima ribu rupiah hingga dua belas ribu rupiah.


Catatan kaki: Kompas | Antaranews

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau43%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Menguatkan Solidaritas Melalui Tradisi Bakar Batu "Barapen" Sebelummnya

Menguatkan Solidaritas Melalui Tradisi Bakar Batu "Barapen"

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan Selanjutnya

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.