Daftar Terbaru Peringkat Kekuatan Militer Negara-Negara Asia

Daftar Terbaru Peringkat Kekuatan Militer Negara-Negara Asia

Ilustrasi © Unsplash.com

Beberapa waktu lalu, GlobalFirePower mengeluarkan daftar terbaru peringkat militer negara-negara di dunia. Dalam daftar terbaru tersebut, Amerika Serikat masih berada di peringkat I dengan militer terkuat di dunia, diikuti Russia, China, India, dan Prancis di lima besar. Bagaimana sebenarnya GFP menilai kekuatan militer sebuah negara?

  1. Peringkat tak hanya berdasar pada banyaknya senjata yang dimiliki suatu negara, tapi juga keragaman jenis senjata yang dimiliki
  2. Kepemilikan senjata nuklir tidak dihitung
  3. Status negara dunia kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, ikut dihitung
  4. Faktor geografis, ketersediaan sumber daya alam, fleksibilitas geografis, dan industry strategis nasional menjadi faktor penting
  5. Negara yang tidak berbatasan dengan laut (landlocked) dan tidak memiliki angkatan laut tidak dikurangi nilainya, akan tetapi negara yang mempunyai laut tapi angkatan lautnya tidak kuat, nilainya akan berkurang
  6. Negara-negara NATO meraih nilai bonus karena mereka bisa berbagai sumber daya, terutama dalam peperangan
  7. Kestabilan dan kesehatan finansial suatu negara, ikut dihitung
  8. Kepemimpinan suatu negara, tidak digitung.

Bagaimana dengan peringkat negara-negara Asia?

Tahun 2019, menurut daftar Asian Continental Powers Ranked by Military Strength, ada total 45 negara yang termasuk di dalamnya. Berikut adalah daftarnya:

  1. Rusia
  2. China
  3. India
  4. Jepang
  5. Korea Selatan
  6. Turki
  7. Iran
  8. Pakistan
  9. Indonesia
  10. Israel
  11. Korea Utara
  12. Taiwan
  13. Vietnam
  14. Arab Saudi
  15. Thailand
  16. Myanmar
  17. Malaysia
  18. Bangladesh
  19. Uzbekistan
  20. Suriah
  21. Azerbaijan
  22. Irak
  23. Kazakhstan
  24. Singapura
  25. Uni Emirat Arab
  26. Filipina
  27. Yaman
  28. Afghanistan
  29. Turkmenistan
  30. Yordania
  31. Oman
  32. Kuwait
  33. Georgia
  34. Mongolia
  35. Sri Lanka
  36. Kyrgyzstan
  37. Tajikistan
  38. Armenia
  39. Bahrein
  40. Qatar
  41. Kamboja
  42. Lebanon
  43. Nepal
  44. Laos
  45. Bhutan

Sumber: Globalfirepower.com

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih9%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau7%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Aspek Desa Wisata Indonesia dalam Jajaran 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia Sebelummnya

Aspek Desa Wisata Indonesia dalam Jajaran 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu Selanjutnya

Potensi Ekonomi Baru dari Kota Batu

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

5 Komentar

  • Elpri

    Kok Jepang bisa masuk ya? Satauku dia gak punya tentara/militer selepas kalah dri Amerika

    • Rafli

      Ya kan udah di bentuk lagi kekalahan mereka udah lama

  • Muhammad Asharii

    AMERIKA SERIKAT MANA :(

    • Kirito

      ASIA. DIBACA DULU MAKANYA

    • Muhammad Daffa

      Itu kan cuma wilayah Asia malihh :(

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.