Aia Aka: Kombinasi Minuman dengan Alat Musik Tradisional

Aia Aka: Kombinasi Minuman dengan Alat Musik Tradisional

Aia Aka | republika.co.id

Apa yang terbayang di kepala kamu ketika mendengar “Sumatera Barat”? Mungkin jawabannya cukup bervariasi, mulai dari kuliner misalnya rendang, kesenian misalnya Tari Piring, atau tempat wisata misalnya Jam Gadang. Memang sangat banyak hal-hal yang diidentikkan dengan provinsi ini

Namun itu belum cukup, masih banyak keunikan Sumatera Barat yang belum diekspos dan dikenal masyarakat, terutama yang berasal dari daerah lain.

Sekarang kamu tahu satu lagi keunikan Sumatera Barat dari bidang kuliner yaitu Aia Aka. Minuman tradisional yang tetap eksis di tengah banyaknya kompetitor baru yang masuk di industri ini.

Aia Aka dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana, yaitu perasan daun cincau berwarna hijau tua yang sudah mengental sebagai bahan dasar, kemudian dicampur dengan berbagai varian rasa tergantung yang kita inginkan yaitu ada air perasan daun kacang, santan masak yang sudah dimaniskan, dan asam dengan campuran telur ayam atau telur itik.

Pembuatan cincau ini sangat mudah karena dilakukan secara tradisional. Sediakan saja daun cincau secukupnya, kemudian bersihkan dan peras dengan air sedikit-demi sedikit.

Setelah itu saring dan masukkan ke wadah pembekuan. Diamkan hingga membeku. Cincau pun siap dihidangkan dengan varian rasa tadi. Ingat, pembekuan yang dimaksud bukan diletakkan di dalam kulkas, tapi didiamkan saja pada suhu ruangan.

Aia Aka memiliki banyak manfaat, di antaranya dapat menurunkan panas dalam, memperlancar pencernaan, mencegah penyakit jantung, mencegah kanker, dan mencegah tumor.

Berdasarkan keterangan salah satu pedagang Aia Aka di Kota Padang yaitu Pak Amir, untuk dapat menikmati Aia Aka kalian cukup mengeluarkan uang Rp4.000 – Rp10.000 saja untuk satu porsinya. Harga tergantung pada variasi rasa yang dipilih.

Rasa air kacang merupakan yang termurah dengan harga Rp4.000, rasa santan yang sudah dimaniskan dibanderol Rp6.000, rasa asam dengan campuran telur ayam dengan harga Rp8.000, dan rasa asam dengan campuran telur itik merupakan yang termahal dengan harga Rp10.000.

Satu lagi keunikan dari Aia Aka adalah cara promosi yang dilakukan oleh pedagangnya. Sejak dahulu Aia Aka memang terkenal dengan suara musik tradisional Minangkabau yaitu Saluang. Alat musik ini memiliki suara yang khas.

Hampir semua pedagang Aia Aka menggunakan musik ini untuk berjualan. Hal ini sangat wajar karena cara ini sudah melegenda dan tertanam di benak masyarakat bahwa jika mendengar suara Saluang pada siang hari berarti ada orang yang sedang menjual Aia Aka di sekitar mereka.

Jadi bagi kamu yang jalan-jalan ke daerah Sumatera Barat dan mendengar suara Saluang pada siang hari berarti hampir dipastikan di sekitar kamu ada pedagang yang sedang menjual Aia Aka. Selamat menikmati!

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Korowai, Si Pemakan Manusia Terakhir Sebelummnya

Korowai, Si Pemakan Manusia Terakhir

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti Selanjutnya

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti

Yusuf Ghufran
@ghufran

Yusuf Ghufran

Selalu belajar dan semangat mencoba hal baru

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.