Mengenal Danau Toba, Danau Vulkanik Terbesar Di Dunia

Mengenal Danau Toba, Danau Vulkanik Terbesar Di Dunia

Danau Toba © Travelingyuk.com

Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang memiliki pesona menakjubkan. Selain karena keindahan alamnya yang memanjakan mata, Danau Toba juga dijaga keaslian khazanahnya oleh penduduk setempat yakni mulai dari kultur masyarakatnya hingga sosial budayanya.

Mungkin Kawan GNFI pernah melihat atau mendengar tentang kisah awal mula terbentuknya Danau Toba, baik di serial televisi ataupun cerita yang beredar di masyarakat. Salah satu kisah yang paling populer adalah bahwa Danau Toba berawal dari pemuda yang bernama Toba yang mencari ikan di sungai kemudian menemukan ikan mas besar yang berubah menjadi sosok perempuan cantik jelita. Pemuda bernama Toba tersebut kemudian memperistri perempuan tersebut dengan syarat Toba dilarang menyebutkan asal usul si perempuan. Mereka pun kemudian memiliki seorang anak yang diberi nama Samosir. Suatu ketika, Toba marah kepada Samosir dan secara tidak sengaja mengeluarkan umpatan “dasar kau anak ikan” yang secara tak sadar sudah menyebutkan asal usul istri Toba. Bencana pun mulai melanda, badai, angin, semburan air hingga menenggelamkan wilayah tersebut. Toba tenggelam di bawah air yang menggenangi wilayah tersebut yang akhirnya dinamakan Danau Toba, sementara, Samosir mengikuti petunjuk ibunya untuk melarikan diri ke tempat yang tinggi sehingga dapat selamat dari bencana tersebut. Tempat Samosir menyelamatkan diri dinamakan pulau Samosir. Perempuan yang berasal dari ikan mas pun merubah wujudnya menjadi ikan kembali dan terjun ke Danau Toba.

Ilustrasi ledakan dahsyat Gunung Toba | Foto :
Informasi Batak Terbaru dan Terpopuler

Nah, mungkin di atas sekilas tentang cerita rakyat yang beredar mengenai terbentuknya Danau Toba. Namun, secara ilmiah dan historinya, Danau Toba bukanlah pemuda bernama Toba yang termakan karena ucapannya yang melanggar sumpah. Danau Toba merupakan danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba. Gunung Toba merupakan gunung berapi aktif yang memiliki daya ledak tinggi. Berdasarkan daerah.sindonews (06/07/2018) Gunung Toba pernah meletus sebanyak tiga kali yakni pada 800.000 tahun yang lalu di mana letusannya membentuk kaldera (cekungan akibat jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik) di sebelah selatan Danau Toba yang meliputi daerah Porsea dan Parapat. Letusan yang ke dua yakni sekitar 500.000 tahun yang lalu di mana letusan ini membentuk kaldera di sebelah utara Danau Toba yakni daerah antara Haranggol dengan Silalahi. Letusan ke tiga adalah letusan terakhir dan letusan terdahsyat dari aktifitas Gunung Toba yakni sekitar 73.000 hingga 75.000 tahun yang lalu di mana letusan ini disebut-sebut menjadi salah satu penyebab perubahan peradaban dunia. Hal tersebut disebabkan muatan yang dikeluarkan Gunung Toba berupa magma sebanyak lebih dari 2.800 km kubik dengan skala ledakan sekitar 8.0 Volcanic Explosivity Index (VEI).

Letusan Danau Toba ini memiliki daya ledak yang sangat kuat yakni 26000 megaton TNT lebih dari daya ledar bom nuklir hiroshima dan nagasaki (0,015 megaton TNT) dan letusan gunung krakatau (150 megaton TNT). Berdasarkan daerah.sindonews (06/07/2018) ketinggian letusannya mencapai 50 km dan material abunya menyebar ke seluruh atmosfer bumi hingga menutupi cahaya matahari yang masuk ke bumi selama beberapa tahun. Akibatnya temperatur bumi saat itu menjadi turun sampai 3-5 derajat celcius. Selain menghasilkan tsunami yang besar, letusan Gunung Toba juga mengakibatkan kematian massal manusia dan beberapa spesies mahluk hidup lainnya. Dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, letusan gunung ini diduga menyusutkan lebih dari 60% populasi manusia saat itu, yaitu sekitar 60 juta jiwa.

Pulau Samosir | Foto : Kemenpar

Setelah meletus, gunung ini membentuk kaldera yang kemudian terisi air dan akhirnya menjadi danau terbesar di Asia Tenggara. Danau inilah yang dikenal dengan nama Danau Toba. Secara geografis, Danau Toba dikelilingi 7 kabupaten di Sumatra Utara yakni Kabupaten Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Toba Samosir, dan Tapanuli Utara. Danau Toba adalah danau dengan kaldera seluas 1.145 kilometer persegi, oleh karena itu, Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan danau vulkanik terbesar (danau yang terbentuk akibat letusan gunung berapi) terbesar di dunia.

Catatan Kaki : sindo | grid | pesonatravel

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau56%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inikah Calon Kapal Raksasa TNI AL untuk Menjaga Kedaulatan RI di Laut? Sebelummnya

Inikah Calon Kapal Raksasa TNI AL untuk Menjaga Kedaulatan RI di Laut?

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti Selanjutnya

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

2 Komentar

  • Sukanesia

    Keindahan Danau Toba banyak mengundang turis dari mancanegara terutama dari Malaysia. Semoga pemerintah lebih memperhatikan lagi infrastruktur di daerah wisata khususnya Danau Toba dan daerah wisata lain di Indonesia pada umumnya.

  • Wihdi Luthfi

    terimakasih optimisnya kak

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.