Inilah 20 Kota/Kabupaten Paling Makmur di Indonesia

Inilah 20 Kota/Kabupaten Paling Makmur di Indonesia

Ilustrasi © Unsplash.com

Beberapa waktu lalu, portal berita online Beritagar.id meriolis tulisan mengenai 20 kota / kabupaten paling makmur di Indonesia, yang datanya diolah ini diambil dari data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada 2018. Tingkat kemakmuran sebuah kota atau kabupaten diukur lewat indikator pendapatan per kapita, yang dihitung dari produk domestik regional bruto (PDRB) yang dibagi dengan jumlah penduduk.

Dengan indikator seperti itu, maka sejumlah kota dengan skala ekonomi besar dan juga PDRB yang besar seperti Medan, Makassar, Palembang, dan Bandung yang tidak masuk dalam daftar 20 kota paling makmur di Indonesia, karena jumlah penduduk yang menjadi faktor pembagi juga besar. Dengan begitu, harus diingat kalau pendapatan per kapita tidak menunjukkan pembagian pendapatan yang merata.

Kota paling makmur dalam daftar ini tak berarti seluruh penduduk menjadi makmur. Bisa jadi kemakmuran ini terpusat pada satu lapisan kecil dari populasi masyarakat, karena mereka lah yang menguasai sumber-sumber ekonomi di daerah tersebut.

Jakarta Pusat menjadi kota paling makmur dengan pendapatan per kapita mencapai Rp370,41 juta pertahun. Berau yang berada di peringkat 20 memiliki pendapatan per kapita Rp121,23 juta per tahun.

1. Jakarta Pusat (DKI Jakarta) - Rp. 370.1 juta

2. Teluk Bintuni (Papua Barat) - Rp. 328.48 juta

3. Kediri (Jawa Timur) - Rp. 291.48 juta

4. Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau) - Rp. 263.13 juta

5. Mimika (Papua) - Rp.242.39 juta

6. Bontang (Kalimantan Timur) - Rp.229.97 juta

7. Kutai Timur (Kalimantan Timur) - Rp. 225.13 juta

8. Natuna (Kepulauan Riau) - Rp. 224.83 juta

9. Cilegon (Banten) - Rp.184.62 juta

10. Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur) - Rp. 182.23 juta

11. Jakarta Utara (DKI Jakarta) - Rp.180.14 juta

12. Jakarta Selatan (DKI Jakarta) - Rp. 171.86 juta

13. Tana Tidung (Kalimantan Utara) - Rp. 146.03 juta

14. Bengkalis (Kepulauan Riau) - Rp. 144.74 juta

15. Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) - Rp. 130.09 juta

16. Surabaya (Jawa Timur) - Rp. 132.48 juta

17. Paser (Kalimantan Timur) - Rp.132.47 juta

18. Siak (Riau) - Rp. 124.44 juta

19. Balikpapan (Kalimantan Timur) - Rp.122.78 juta

20. Berau (Kalimantan Timur) - Rp. 121.23 juta

==

Data dihimpun oleh Lokadata beritagar.id

Pilih BanggaBangga61%
Pilih SedihSedih11%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli22%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sangkuriang Agrihorti, Inovasi Baru Varietas Kentang Sebelummnya

Sangkuriang Agrihorti, Inovasi Baru Varietas Kentang

Hi! Apa Kabar Resolusi 2020 Kamu? Supaya Gak Cuma Wacana, Simak 3 Tips Ini Selanjutnya

Hi! Apa Kabar Resolusi 2020 Kamu? Supaya Gak Cuma Wacana, Simak 3 Tips Ini

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

1 Komentar

  • lisa

    14. Bengkalis (Kepulauan Riau) - Rp. 144.74 juta. mohon maaf kak, bengkalis itu provinsi riau kalau tidak salah. terimakasih.

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.