10 Tahun Lagi, MRT Jakarta Akan Sepanjang 230 km. Mungkinkah?

10 Tahun Lagi, MRT Jakarta Akan Sepanjang 230 km. Mungkinkah?
info gambar utama

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) koridor utara-selatan masih terus berlangsung. Saat ini sudah mencapai fase II, yaitu rute Bundaran HI sampai Jakarta Kota. Ke depan, moda transportasi ini rencananya akan dikembangkan menyeluruh di Jabodetabek. Ditargetkan Jakarta dan wilayah sekitarnya akan memiliki MRT dengan panjang jalur mencapai 230 km.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar menjelaskan, target pembangunan jalur MRT sepanjang 230 km itu merupakan rencana jangka panjang. Ditargetkan bisa tercapai pada 2030 atau sekitar 10 tahun mendatang. William menjelaskan, pembangunan jalur MRT 230 km itu akan dilakukan dengan pendekatan paralel. Artinya MRT Jakarta akan membangun secara bertahap dan berkelanjutan

“Karena kan ada MRT line 1 sampai line 10 untuk 230 km. Itu sedang kita dibantu konsultan Jepang. Kemudian mendesain, keluar angka untuk Jakarta 230 km,” ujarnya.

MRT Jakarta akan mencontek cara pembangunan MRT di New Delhi. Di sana, kata William pembangunannya dilakukan langsung oleh pemilik dan pengelola MRT-nya.

Berdasarkan perhitungan awal, untuk membangun jalur MRT di Jakarta dan sekitarnya membutuhkan dana sekitar Rp 250 triliun.

MRT Jakarta | Wikimedia Commons
info gambar

Untuk dana tersebut ke depannya MRT Jakarta tidak lagi menggunakan pinjaman bertahap dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Dengan begitu pihak MRT Jakarta tidak lagi diharuskan menggunakan kontraktor Jepang dan komponen bangunan dari Jepang.

“Kita ambil pinjamannya saja dengan jumlah tertentu. Kita tidak ambil 100% Sebagian dari pemerintah, sebagian dari pengembangan TOD,” terangnya.

Pembangunan jalur MRT 230 km itu nantinya akan berasal dari pinjaman, kemudian suntikan ekuitas dari pemerintah dan sisanya dari hasil pembangunan dan pengelolaan Transit Oriented Development (TOD) di stasiun-stasiun MRT.

Menurutnya saat ini sudah ada dua pihak pemberi pinjaman yang sudah bertemu dengan MRT Jakarta, yakni Asian Development Bank (ADB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Pihak MRT sendiri membuka peluang untuk pihak pemberi pinjaman lainnya.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan, saat ini yang pasti adalah rute Selatan-Utara dan Timur-Barat. Untuk pembangunan MRT fase Timur-Barat yang akan menghubungkan Kalideres dengan Ujung Genteng akan ditargetkan mulai 2020 mendatang dan tengah menyelesaikan pencarian sumber pendanaan yang memungkinkan dalam pembiayaan proyek tersebut.

“Fase ini biaya investasi yang diperlukan untuk membangunnya mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp56 triliun. Jalur dengan panjang 31 km ini dibagian tengah dibangun underground dan sebagian elevated. Banyak elevated,” jelas William.

Untuk diketahui berikut daftar 10 line MRT Jakarta yang mencakup target pembangunan 230 km jalur baru hingga 2030 mendatang:
Lebak Bulus-Ancol Barat
Cikarang-Balaraja
Bandara Soetta-Kampung Bandan
Cilincing-Lebak Bulus
Karawaci-Senayan-Cawang-Cikarang
Lebak Bulus-Rawa Buntu-Karawaci
Bekasi Utara-Bekasi Selatan
Pluit-Grogol-Kuningan-Depok
Outer loopline
Inner loopline

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini