5 Makanan Favorit Raja Keraton Yogyakarta

5 Makanan Favorit Raja Keraton Yogyakarta
info gambar utama

Siapa sih yang tidak tahu tentang Yogya? Daerah yang tak hanya tertuliskan istimewa, tapi keistimewaan itu sendiri memang nyata adanya pada kota kerajaan ini.

Bagaimana tidak? Budaya yang dijunjung di sana dan raja yang tetap menjadi simbol susunan kesatuan rakyatnya menjadi bukti bahwa baik warganya maupun kotanya adalah sebuah cerita kesatuan yang sedap.

Ternyata yang sedap dari Yogya tak hanya itu nih, makanan Yogya juga lebih menyedapkan dan menggugah selera makan. Langsung saja kita kulik makanan sedap favorit Raja Keraton.

Daging bebek diolah dengan buah kedondong

Foto: Bale Raos/Instagram
info gambar

Baru dengar namanya saja sudah membuat lidah bergerak ke sana ke sini. Hidangan ajaib ini ternyata adalah sebuah hasil dari percobaan atau bisa dibilang sebuah temuan resep (ciptaan) yang dibuat oleh Sri Sultan HB IX saat beliau menempuh pendidikan di Belanda lho!

Selada huzar

Foto: centroone.com
info gambar

Hidangan pembuka yang segar nan ceriwis di mulut ini menjadi hidangan kesukaan Raja Sri Sultan HB VIII pada tahun 1921 hingga 1939. Salad ini merupakan makanan yang dipengaruhi dengan gaya Belanda. Terlihat menjajikan untuk dicoba bukan?

Gecok ganem

Foto: cookpad.com
info gambar

Makanan ini masuk ke dalam daftar makanan kesukaan Sri Sultan HB IX. Gecok Ganem merupakan olahan daging sapi yang dicampur dengan bumbu rempah dan dimasak dengan santan kelapa, kemudian ditambah dengan belimbing wuluh segar. Makanan yang siap menyatukan rasa gurih, asam, dan pedas.

Urip-urip gulung

foto: gallery.yohanesws.we.id
info gambar

Ini adalah olahan ikan lele yang dilepaskan dari tulangnya. Atau biasa dipanggil dengan sebutan fillet ikan lele. Hidangan ini setelah dipanggang biasanya disajikan dengan saus mangut. Makanan ini juga masuk ke dalam jajaran makanan kesukaan Raja Sri Sultan HB VII.

Manuk Nom

Foto: kuedomestik.blogspot.com
info gambar

Sebuah makanan penutup yang terbuat dari ketan hijau dan tape lalu dicampur dengan telur ini adalah puding yang menjadi makanan favoritnya Sri Sultan HB VII. Tapi ketika Sri Sultan HB VIII memerintah makanan manuk nom menjadi sajian pembuka sebelum makan berat.

Ada yang tertarik mencoba?

Referensi: jogja.idntimes.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini