Tak Lekang Oleh Waktu, Inilah Dongeng Populer di Indonesia (Bagian II)

Tak Lekang Oleh Waktu, Inilah Dongeng Populer di Indonesia (Bagian II)

Kancil dan kawan-kawannya © Iluszi

Membagikan cerita tentang dongeng tentunya tidak dapat lepas dari dunia anak-anak, sama seperti pada artikel sebelumnya yakni Dongeng Populer Di Indonesia yang telah dikisahkan secara singkat beberapa dongeng masih eksis hingga kini di kalangan anak-anak. Nah, kini akan juga akan dikisahkan secara singkat juga tentang dongeng-dongeng populer lainnya, dongeng-dongeng tersebut yakni :

  1. Malin Kundang
Batu yang dianggap sebagai batu Malin Kundang | Foto : Triplaketoba

Siapa dari Kawan GNFI yang tidak pernah mendengar kisah Malin Kundang? Kisah yang dapat membuat nyali anak-anak ciut ketika ingin berbuat yang tidak baik kepada orang tuanya. Nah, bagi Kawan GNFI yang belum pernah mendengar tentang kisah Malin Kundang, secara singkat kisah Malin Kundang adalah kisah tentang seorang anak yang merantau ke luar kampung halamannya dan meraih kesuksesan di tanah perantauan. Sekembalinya ke kampung halamannya, tokoh utama yang bernama Malin Kundang tidak mengakui keberadaan ibunya yang berpenampilan lusuh sehingga ibunya murka dan mengutuk Malin Kundang menjadi batu. Konon, kisah Malin Kundang adalah kisah nyata.

  1. Roro Jonggrang
Selain menjadi legenda terciptanya Candi Prambanan, kisah Roro Jonggrang juga menjadi legenda terciptanya Candi Sewu | Foto : rental mobil jogja

Bagi Kawan GNFI yang berada di Yogyakarta dan Jawa Tengah tentunya tidak asing mendengar kata Roro Jonggrang. Kisah Roro Jonggrang erat kaitannya dengan kisah terciptanya Candi Prambanan. Kisahnya yakni Roro Jonggrang adalah seorang putri yang disukai oleh pangeran Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang mau menerima perasaan Bandung Bondowoso dan menikah dengannya jika Bandung Bondowoso dapat memenuhi syarat yang diajukan oleh Roro Jonggrang. Syarat tersebut yakni Bandung Bondowoso harus membuat 1000 buah candi dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso pun bersama bantuan jin membuat seribu candi, namun karena taktik yang dilakukan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso gagal membuat 1000 candi dan hanya mampu membuat 999 candi atau kurang satu candi. Akhirnya Bandung Bondowoso pun marah dan menjadikan Roro Jonggrang sebagai candi untuk melengkapi jumlah candi menjadi seribu buah.

  1. Si Kancil
Ilustrasi Si Kancil dan Buaya | Foto : wisatawan.id

Kisah Si Kancil tentunya sudah tidak asing bagi Kawan GNFI yang mana bahkan kisah Si Kancil ada di tayangan layar kaca. Kisah Si Kancil yang paling umum adalah Si Kancil dan buaya di mana Si Kancil yang hendak dimangsa dan dijadikan makanan bagi buaya justru mengelabui buaya dan meninggalkan buaya dengan tangan kosong. Namun, pada buku yang berisi kisah Si Kancil, ada banyak kisah Si Kancil bersama hewan-hewan lainnya di hutan yang selain menghibur juga terdapat pesan moral yang dapat diambil.

Nah, beberapa kisah di atas adalah contoh dongeng-dongeng populer hingga kini. Dongeng-dongeng tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, melainkan remaja, orang dewasa dan semua kalangan pun tidak perlu malu untuk bercerita tentang dongeng-dongeng yang diketahui. Hal tersebut dikarenakan selain dongeng dapat menghibur dongeng juga memiliki pesan moral yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kerajaan Islam di Jawa; Kerajaan Cirebon Sebelummnya

Kerajaan Islam di Jawa; Kerajaan Cirebon

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya Selanjutnya

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.