Mobil Listrik Akan Diwajibkan di Ibu Kota Baru Indonesia

Mobil Listrik Akan Diwajibkan di Ibu Kota Baru Indonesia

Ilustrasi pengisian daya mobil listrik © Andrew Roberts/Unsplash

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan ibu kota baru Indonesia harus memakai mobil listrik sebagai kendaraan sehari-hari. Keterangan ini disampaikan Jokowi saat membuka pertemuan tahunan industri jasa keuangan tahun 2020 di Grand Ballroom, The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (16/1).

Di sambutannya itu Jokowi mengungkapkan bahwa pemindahan ibu kota bukan cuma memindahkan gedung pemerintah dan isinya saja, tapi juga mengubah pola pikir, pola kerja, dan hal-hal lain yang baru.

"Yang kita ingin pindahkan adalah sebuah perubahan pola pikir, pola kerja, sistem yang semuanya akan baru, kita akan install sistem sehingga orang mengikuti semua sistem yang ada," ucapnya, dikutip dari Detik.com.

Jokowi kemudian memamerkan desain ibu kota negara Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Di situ ia menunjukkan ibu kota baru adalah daerah yang hijau, smart city, compact city, dan sistem transportasi yang erba otomatis.

"Karena yang kita gunakan nanti adalah autonomous vehicle dan electric vehicle. Selain itu nggak boleh," lanjut mantan Wali Kota Solo tersebut, dikutip dari sumber yang sama.

Senada dengan Jokowi, Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan RI, juga pernah menyebut mobil listrik sebaiknya dipakai di ibu kota baru dan daerah-daerah wisata lainnya di Indonesia.

"Sebaiknya mesti mobil listrik, kemarin Pak Presiden menuju ke daerah-daerah wisata di Toba dan daerah-daerah lain diharapkan semua mobil listrik semuanya. Agar wisatawan yang ke sana betul-betul bisa menikmati udara yang bersih," ujar Moeldoko saat berkunjung ke Indonesia Electric Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019), dikutip dari okezone.com.

Kemudian untuk menunjang pengadaan mobil listrik, Moeldoko mengatakan harus disediakan infrastruktur seperti stasiun pengisi daya (charging station) dan ekosistem yang baik.

Ekosistem yang dimaksud adalah menyambungkan ketersediaan listrik lalu tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah serta teknologi pengisian daya yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

BPPT sendiri juga mengaku siap untuk menyiapkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Kepala BPPT, Hammam Riza, mengatakan Indonesia harus mengejar kesiapan teknologi di aspek Technology Readiness Levels (TRLs).

"Tingkat kesiapan teknologi di dunia sudah di angka delapan atau sembilan jadi siap semua untuk komersialisasi. Indonesia harus mengejar TRL dari produk-produk kendaraan listrik karya anak bangsa agar bisa mencapai TRL delapan atau sembilan," terang Hammam pada okezone.com.

Referensi: detik.com | okezone.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Museum Ne' Gandeng; Dari Leluhur Desa Hingga Objek Wisata Sebelummnya

Museum Ne' Gandeng; Dari Leluhur Desa Hingga Objek Wisata

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya Selanjutnya

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.