UI Tembus 10 Besar Asia Tenggara

UI Tembus 10 Besar Asia Tenggara
info gambar utama

Webometrics Ranking of World Universities 2020 merilis ranking perguruan tinggi di dunia pada Jumat (31/1) lalu. Hasilnya didapat Universitas Indonesia adalah yang peringkatnya tertinggi di negeri ini, dan menembus 10 besar Asia Tenggara.

Dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI, UI dinilai terbaik di dalam membuka akses publikasi ilmiah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat dunia melalui jaringan Internet. Dengan penilaian ini, maka UI juga berhak menempati peringkat 766 dunia.

Penilaian Webometrics terdiri atas empat indikator yaitu:

  • Presence, jumlah halaman situs web dari domain web utama, termasuk seluruh subdomain yang ada di perguruan tinggi.
  • Visibility, jumlah eksternal tautan unik yang terhubung ke domain web perguruan tinggi (in links) yang terekam mesin pencari (Google).
  • Transparency/Openness, jumlah kutipan dari 110 penulis teratas.
  • Excellence or Scholar, jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika yang terindeks pada jurnal internasional bereputasi tinggi.
Dok. Humas & KIP UI

Beberapa perguruan tinggi Indonesia yang masuk ke lima terbaik di Indonesia versi Webometrics 2020 setelah UI yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas sebelas Maret (UNS).

Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi se-dunia berbasis situs web. Webometrics meyakini bahwa kehadiran dan visibilitas web dapat dijadikan indikator kinerja global sebuah universitas.

Indikator ini mempertimbangkan komitmen pengajaran, hasil penelitian, prestise internasional, hingga hubungan dengan masyarakat, termasuk sektor industri dan ekonomi, universitas.

Pemeringkatan dilakukan oleh Cybermetric lab Spanyol dengan menilai lebih dari 19.000 lembaga perguruan tinggi di dunia. Sistem pemeringkatan Webometrics bertujuan untuk mempromosikan publikasi Web, mendukung inisiatif Open Access, mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini