Indonesia-Australia Sepakat Bertukar Film Bioskop

Indonesia-Australia Sepakat Bertukar Film Bioskop
info gambar utama
  • Indonesia dan Australia saling bertukar film di Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI).
  • Di tahun kelimanya, FSAI juga digelar di Yogyakarta untuk pertama kali.
  • Film-film yang ditayangkan di FSAI adalah film terbaru yang menunjukkan keragaman kedua negara.

Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) kembali hadir di bioskop-bioskop Indonesia bulan ini. Di tahun kelimanya, FSAI yang merupakan bagian dari rangkaian program Australia Connect Kedutaan Besar Australia, akan diadakan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Mataram, Bandung, dan Yogyakarta.

Khusus untuk Yogyakarta, ini adalah pertama kalinya FSAI diadakan di Kota Pelajar tersebut. Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, mengatakan dipilihnya Yogyakarta lantaran banyaknya mahasiswa di kota tersebut.

Di Indonesia, FSAI dibuka dengan pemutaran perdana film Top End Wedding, sebuah komedi romantis yang mengambil lokasi di wilayah Northern Territory Australia.

Salah satu adegan di film Top End Wedding | Foto: twitter Universal Pictures
info gambar

Drama keluarga penduduk asli Australia, Emu Runner, juga akan diputar selama festival. Sutradara film Imogen Thomas akan menyapa para penonton di Jakarta dan Lombok, didukung Qantas sebagai mitra festival.

Film-film Australia lainnya yang akan diputar adalah film thriller psikologis Angel of Mine, film dokumenter fitur inovatif 2040, dan film horor yang diakui secara internasional, The Babadook.

2040 sendiri merupakan film yang mengangkat tema lingkungan. Allaster Cox mengatakan, tahun ini tidak ada film-film yang membahas kebakaran hutan Australia, tetapi 2040 bisa mewakilinya karena bercerita tentang isu lingkungan dalam 20 tahun ke depan.

Poster film 2040 | Foto: IMDb
info gambar

Kemudian untuk film-film Indonesia, yang ditayangkan adalah Susi Susanti – Love All, dari produser eksekutif Daniel Mananta, alumni Australia yang juga merupakan Sahabat FSAI Tahun ini. Dua film terbaru dari produser Mira Lesmana, Bebas dan Kulari Ke Pantai, juga akan ditampilkan.

Kriteria pemilihan film-film yang ditayangkan adalah berdasarkan urutan film terbaru, dan menunjukkan keberagaman budaya dan suku kedua negara.

“Pilihan film Australia dan Indonesia Tahun ini menunjukkan keragaman dari kedua negara kita, serta kekayaan bakat kreatif kita. FSAI 2020 adalah acara utama dari rangkaian program Australia Connect kami yang menarik,” lanjut Cox menutup sesi konferensi pers di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2).

Bagi Kawan GNFI yang hendak menyaksikan film-film ini, kalian bisa mendapatkan tiketnya gratis di situs web fsai2020.eventbrite.com.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini