Indonesia-Australia Sepakat Bertukar Film Bioskop

Indonesia-Australia Sepakat Bertukar Film Bioskop

Sahabat FSAI, Daniel Mananta (kiri) dan Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox (kanan) © Dok. Kedubes Australia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Indonesia dan Australia saling bertukar film di Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI).
  • Di tahun kelimanya, FSAI juga digelar di Yogyakarta untuk pertama kali.
  • Film-film yang ditayangkan di FSAI adalah film terbaru yang menunjukkan keragaman kedua negara.

Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) kembali hadir di bioskop-bioskop Indonesia bulan ini. Di tahun kelimanya, FSAI yang merupakan bagian dari rangkaian program Australia Connect Kedutaan Besar Australia, akan diadakan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Mataram, Bandung, dan Yogyakarta.

Khusus untuk Yogyakarta, ini adalah pertama kalinya FSAI diadakan di Kota Pelajar tersebut. Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, mengatakan dipilihnya Yogyakarta lantaran banyaknya mahasiswa di kota tersebut.

Di Indonesia, FSAI dibuka dengan pemutaran perdana film Top End Wedding, sebuah komedi romantis yang mengambil lokasi di wilayah Northern Territory Australia.

Salah satu adegan di film Top End Wedding | Foto: twitter Universal Pictures

Drama keluarga penduduk asli Australia, Emu Runner, juga akan diputar selama festival. Sutradara film Imogen Thomas akan menyapa para penonton di Jakarta dan Lombok, didukung Qantas sebagai mitra festival.

Film-film Australia lainnya yang akan diputar adalah film thriller psikologis Angel of Mine, film dokumenter fitur inovatif 2040, dan film horor yang diakui secara internasional, The Babadook.

2040 sendiri merupakan film yang mengangkat tema lingkungan. Allaster Cox mengatakan, tahun ini tidak ada film-film yang membahas kebakaran hutan Australia, tetapi 2040 bisa mewakilinya karena bercerita tentang isu lingkungan dalam 20 tahun ke depan.

Poster film 2040 | Foto: IMDb

Kemudian untuk film-film Indonesia, yang ditayangkan adalah Susi Susanti – Love All, dari produser eksekutif Daniel Mananta, alumni Australia yang juga merupakan Sahabat FSAI Tahun ini. Dua film terbaru dari produser Mira Lesmana, Bebas dan Kulari Ke Pantai, juga akan ditampilkan.

Kriteria pemilihan film-film yang ditayangkan adalah berdasarkan urutan film terbaru, dan menunjukkan keberagaman budaya dan suku kedua negara.

“Pilihan film Australia dan Indonesia Tahun ini menunjukkan keragaman dari kedua negara kita, serta kekayaan bakat kreatif kita. FSAI 2020 adalah acara utama dari rangkaian program Australia Connect kami yang menarik,” lanjut Cox menutup sesi konferensi pers di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2).

Bagi Kawan GNFI yang hendak menyaksikan film-film ini, kalian bisa mendapatkan tiketnya gratis di situs web fsai2020.eventbrite.com.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Manula yang Kokoh Itu Ada di Lampung dan Bengkulu Sebelummnya

Manula yang Kokoh Itu Ada di Lampung dan Bengkulu

Mereka yang "Menolak" Sains Selanjutnya

Mereka yang "Menolak" Sains

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.