Seluk Beluk Desain Bandara Purbalingga

Seluk Beluk Desain Bandara Purbalingga
info gambar utama
  • Bandara Jenderal Besar Soedirman mengusung konsep kedaerahan di desain bangunannya.
  • Contohnya, lengkung atap yang terinspirasi dari Sungai Serayu.
  • Bandara ini terletak di Purbalingga, Jawa Tengah.

Desain pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (selanjutnya: J. B. Soedirman) mengandung makna tersendiri. Bandara yang terletak di Purbalingga, Jawa Tengah, ini bangunannya terinspirasi dari Gunung Slamet dan Sungai Serayu.

“Gunung Slamet adalah gunung yang mempersatukan Kabupaten Purbalingga dengan kabupaten di sekitarnya. Sementara itu, Sungai Serayu bagi masyarakat Banyumas memiliki makna sangat penting yang terkait dengan alam semesta,” terang Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dalam keterangan resminya.

Bandara J. B. Soedirman sendiri memang akan membuka akses transportasi udara bagi Barlingmascakeb, yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen.

“Di gedung terminal penumpang, Gunung Slamet ditransformasikan menjadi bentuk atap Joglo di tengah. Sementara itu Sungai Serayu ditransformasikan menjadi bentuk lengkung sebagai atap di sisi kiri dan kanan. Kami menyebut keseluruhan konsep desain ini sebagai Dynamic meet Geometric,” lanjutnya menerangkan.

Desain lengkung atap Bandara J. B. Soedirman | Foto: Dok. Angkasa Pura II
info gambar

Untuk interiornya, bandara ini diperkaya dengan ornamen ukiran khas Purbalingga, motif Batik Gowa Lawa, serta kerajinan Wayang Suket. Terminalnya juga mengadopsi warrna tembaga pada pagar pendopo khas Purbalingga, serta warna natural dari kondisi alam Purbalingga.

“Tidak lupa, konsep interior mengusung bentuk tandu yang diadaptasi menjadi geometris. Kita tahu, bahwa tandu adalah simbol daya juang Jenderal Besar Soedirman yang pantang menyerah saat bergerilya,” ujar Muhammad Awaluddin.

Konsep Bandara J. B. Soedirman tampak atas | Foto: Dok. Angkasa Pura II
info gambar

Terminal penumpang di Bandara J. B. Soedirman memiliki luas total 1.353 meter persegi, terdiri dari lobby keberangkatan, baggage pick-up dan breakdown, commercial zone, office zone, musala, toilet, boarding lounge, area security check point, baggage claim, dan service zone.

Adapun kapasitas terminal dapat menampung sekitar 200 ribu penumpang pesawat setiap tahunnya.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini