Ketika Presiden Singapura ‘Backpacking’ di Yogyakarta

Ketika Presiden Singapura ‘Backpacking’ di Yogyakarta

Presiden Singapura Yacob Halimah di Keraton Yogyakarta © kratonjogja.id

Presiden Singapura Halimah Yacob mengunjungi Keraton Yogyakarta pada Rabu malam, 5 Februari 2020. Dalam kunjungan itu, Halimah disambut oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan anak mantunya.

Kunjungan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi dan memperkuat hubungan persahabatan. Tak hanya jamuan makan malam, Raja Keraton Yogyakarta turut mempersembahkan pertunjukan tarian pusaka milik Keraton Yogyakarta, Beksan Lawung Jajar.

pagelaran Beksan Lawung Jajar di Tratag Bangsal Kencana Keraton Jogja. Foto: Kratonjogja.id
Pagelaran Beksan Lawung Jajar di Tratag Bangsal Kencana Keraton Jogja. Foto: Kratonjogja.id

Ada pula cerita menarik lain yang terselip dari kunjungan Halimah tersebut. Ternyata, sebelum dilantik menjadi Presiden Singapura pada 2017, Halimah pernah traveling ke Yogyakarta.

GKR Mangkubumi menuturkan bahwa, "Presiden Singapura, sekitar 4 tahun yang lalu pernah ke Keraton Yogyakarta sebagai turis, beli tiket sendiri kemudian melihat pertunjukan tarian di Bangsal Srimanganti.”

Layaknya seorang backpacker, saat berwisata ke Yogyakarta itu Halimah bercerita mengurusi segala keperluannya sendiri. Mulai dari beli tiket pulang pergi Singapura-Yogyakarta, sampai pengalamannya mendatangi Keraton Yogyakarta, demi bisa menyaksikan pertunjukkan tari yang dihelat di Bangsal Sri Manganti Keraton.

Rombongan Presiden Singapura diajak untuk melihat beberapa koleksi museum milik Keraton Yogyakarta di Emper Gedhong Prabayeksa. Koleksi tersebut berupa batik, keris, wayang, dan keramik. Foto: Kratonjogja.id
Rombongan Presiden Singapura diajak untuk melihat beberapa koleksi museum milik Keraton Yogyakarta di Emper Gedhong Prabayeksa. Koleksi tersebut berupa batik, keris, wayang, dan keramik. Foto: Kratonjogja.id

Halimah mengaku sudah lama menggandrungi berbagai hal tentang tradisi kebudayaan. Sehingga sebelum jadi presiden pun ia menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pilihan traveling-nya

Layaknya turis lain, saat itu Halimah tentu saja harus melihat pertunjukkan tari di Keraton dengan posisi berbeda dengan sekarang.

Malam itu, saat Halimah berkunjung ke Yogya pertama kalinya sebagai presiden, Keraton menyuguhnya dengan tarian sakral yang diciptakan Sultan Hamengku Buwono I di tahun 1755 yakni Beksan Lawung Jajar yang merupakan bagian Beksan Lawung Ageng.

“Percakapan di dalam (tadi) lebih ke budaya, bahwa beliau senang dengan kebudayaan yang ada di Yogyakarta", lanjut GKR Mangkubumi seperti dikutip Good News from Indoneia dari laman resmi Kraton Jogja.

Presiden Singapura mengunjungi Keraton Yogyakarta. Foto: Kratonjogja.id
Presiden Singapura mengunjungi Keraton Yogyakarta. Foto: Kratonjogja.id

Keraton Yogyakarta sempat membuatkan pameran kecil untuk Presiden Singapura. Benda-benda sejarah Keraton juga sempat ditunjukkan kepadanya. Mulai dari berbagai koleksi manuskrip dari tahun 1855, wayang, perlengkapan jamuan teh dari masa Sultan HB VIII, juga keris kuno peninggalan masa silam.

Bendara mengungkapkan jika hal yang membuat Halimah sangat terkesan, karena peninggalan budaya yang ada di Keraton Yogyakarta cukup berkaitan erat dengan sejarah tokoh pendiri Singapura, Sir Stamford Raffles.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Hampir Punah, Inilah Gulo Puan Kudapan Para Bangsawan Palembang Sebelummnya

Hampir Punah, Inilah Gulo Puan Kudapan Para Bangsawan Palembang

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya Selanjutnya

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.