Jamur Mata Sapi, Jamur Khas Kalimantan Yang Tersembunyi

Jamur Mata Sapi, Jamur Khas Kalimantan Yang Tersembunyi
info gambar utama

Jamur atau sering juga disebut dengan cendawan adalah sejenis tumbuhan tetapi tidak memiliki klorofil, tidak membuat makanan sendiri atau heterotof, hidup sebagai parasit, dan biasanya membentuk lumut kerak.

Untuk habitat, jamur pada umumnya tumbuh dan berkembang pada kondisi lingkungan yang lembab. Pada umumnya jamur dapat hidup dengan cara melakukan simbiosis mutualisme. Dengan menyerap makanan dari organisme lainya yang menghasilkan zat tertentu yang dapat berguna bagi simbionya.

Salah satu lingkungan yang cocok sebagai tempat hidup jamur tersebut adalah pada kawasan Gunung Beriun, Kalimantan Timur. Kawasan ini cocok, karena pada umunya kawasan hutan Kalimantan masih memiliki kondisi yang alami dan terjaga. Lingkungan yang masih alami ini membuat berbagai jenis flora unik dapat tumbuh dan berkembang. Salah satu flora unik tersebut adalah jamur mata sapi yang terdapat di sekitar kawasan Gunung Beriun.

Penampakan jamur mata sapi | Foto: LuarRuang.com
info gambar

Disebut mata sapi karena jamur ini memiliki karakteristik seperti mata sapi dengan lapisan lendir yang bening pada bagian luar tetapi memiliki bagian padat di dalamnya seperti jamur pada umumnya.

Gunung Beriun sendiri memiliki luas area yang mencapai 25.870 hektare. Dari total luas tersebut hanya sekitar 5.265 hektare yang dijadikan hutan lindung. Dan sebagian lainya adalah hutan produksi terbatas yang memiliki luas 20.605 hektare.

Gunung Beriun, Kalimantan Timur | Foto: LuarRuang.com
info gambar

Masyarakat sekitar menggunakan jamur mata sapi ini untuk pengobatan seperti menurunkan kolesterol, untuk meningkatkan stamina, mengobati diabetes, asma, juga jantung. Dan jamur ini sendiri baru dapat dijumpai pada ketinggian sekitar 561 mdpl berada di dekat lumut-lumut yang menghampar di tanah.

Jamur mata sapi adalah satu dari sekian contoh flora unik dan tentunya masih banyak flora unik lain berada di luar sana. Maka memastikan lingkungan hutan tetap seimbang dan terjaga akan membuat berbagai flora ataupun fauna tetap lestari.

Sumber: nationalgeographic | mediaindonesia | wikipedia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini