Fakta Pesut Mahakam, Pesut Asli Kalimantan

Fakta Pesut Mahakam, Pesut Asli Kalimantan

Pesut Mahakam © nrmnews.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia memiliki beragam jenis mamalia. Tercatat, ada sekitar 700 jenis mamalia di Indonesia. Meskipun begitu, bukan Indonesia yang memiliki mamalia terbanyak di dunia, melainkan Brasil.

Salah satu mamalia yang ada di Indonesia ialah lumba-lumba. Umumnya, lumba-lumba Indonesia hidup di air tawar atau perairan asin.

Seperti halnya lumba-lumba khas dari Kalimantan, yaitu pesut Mahakam yang hidup di air tawar.

Memiliki nama latin Orcaella brevirostris, seperti namanya, pesut Mahakam hidup di perairan Sungai Mahakam, yaitu sungai terbesar yang ada di Provinsi Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar.

Dilansir dari laman resmi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, pesut Mahakam merupakan satu-satunya lumba-lumba air tawar yang dimiliki Indonesia.

Pesut Mahakam yang muncul di perairan air tawar | Foto: odishatv.in

Di negara lain juga ada beberapa jenis pesut, seperti Orcaella fluminalister yang ada di perairan Burma dan Orcaella heinsohni yang ada di perairan Australia serta Papua Nugini.

Dilansir dari IDN Times, untuk mengenal lebih jauh seperti apa rupa dari pesut Mahakam, berikut faktanya.

Asli perairan Sungai Mahakam

Di Indonesia, Kawan GNFI bisa menemukan pesut ini di muara-muara sungai di Kalimantan.

Bukan hanya di Sungai Mahakam, pesut Mahakam juga bisa ditemukan di perairan Danau Jempang, Danau Semayang, dan Danau Melintang.

Berada di Kamboja dan Myanmar

Bukan hanya terdapat di Indonesia, pesut ini juga ada di negara lain seperti Kamboja dan Myanmar dengan sebutan Irrawaddy dolphin.

Pesut Mahakam bisa ditemukan pada daerah pantai di Asia Selatan dan Tenggara, khususnya di Sungai Ayeyawady Myanmar, dan Sungai Mekong di Kamboja serta Laos.

Ciri-ciri fisik pesut Mahakam

Pesut Mahakam memiliki warna abu muda hingga abu tua | Foto: zoochat.com

Pesut Mahakam memiliki ciri fisik yang cukup unik. Bentuk kepalanya bulat dan matanya kecil, serta tubuhnya polos berwarna abu-abu dengan gradasi abu muda sampai tua tanpa motif.

Pesut ini mempunyai panjang berkisar 1,5 sampai 2,8 meter dengan berat badan antara 114 kilogram sampai 133 kilogram. Sirip punggungnya kecil dan berbentuk bundar dengan posisi di belakang pertengahan punggung.

Tidak hanya itu, sirip dadanya juga lebar dan membulat, dahinya bundar, dan tak memiliki moncong seperti lumba-lumba pada umumnya.

Dapat hidup sampai 28 tahun

Pesut Mahakam adalah karnivora yang memakan ikan, moluska, dan hewan krustasea dengan memiliki umur yang cukup panjang, yakni dapat hidup sampai usia 28 tahun.

Penyebab kematian pesut Mahakam biasanya adalah karena terperangkap di jaring ikan. Ketika terperangkap, pesut akan kehabisan oksigen dan mati di tempat.

Memiliki berat 12,3 kilogram ketika lahir

Pesut betina biasanya akan mengandung selama 9 sampai 14 bulan dengan melahirkan satu anak.

Ketika lahir, anak pesut memiliki panjang 96 sentimeter dan berat badan 12,3 kilogram. Menurut Animal Diversity, dalam periode tujuh bulan pertama, anak pesut akan mengalami pertambahan panjang 59 persen dan bertambah berat hingga 266 persen.

Tinggal berkelompok

Pesut Mahakam tinggal berkelompok | Foto: instagram.com/discovery_of_sea_animals

Sama halnya dengan spesies lumba-lumba lain, pesut Mahakam juga tinggal berkelompok, dengan berisi antara tiga sampai enam dalam satu kelompok.

Karena hidup berkelompok, Kawan GNFI bisa menyaksikan banyak pesut sekaligus yang sedang berenang bersamaan. Hal tersebut dimanfaatkan sebagai potensi wisata untuk menarik wisatawan.

Berstatus terancam punah

Berdasarkan data tahun 2018, populasi pesut Mahakam tinggal 80 ekor saja di perairan sungai-sungai Kalimantan dan menempati urutan tertinggi sebagai daftar satwa Indonesia yang terancam punah.

Sementara, di negara-negara tetangga, jumlahnya pun tak jauh berbeda. Data dari Wilderness Classroom mengungkapkan bahwa, di Sungai Mekong, diperkirakan tinggal 78-91 pesut yang tersisa.

Itulah beberapa fakta yang ada tentang pesut Mahakam yang kini keberadaannya mulai punah. Sebenarnya, pesut Mahakam tidak memiliki predator, tetapi manusialah yang menjadi predator bagi pesut ini karena seringnya penangkapan dengan menggunakan jaring ataupun dinamit.

Untuk itu, sudah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikan pesut Mahakan, mamalia asli Indonesia.

Referensi: Wikipedia | IDN Times

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Siap-Siap! Tiket Kereta Masa Lebaran Dapat Dipesan Mulai 14 Februari Sebelummnya

Siap-Siap! Tiket Kereta Masa Lebaran Dapat Dipesan Mulai 14 Februari

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun Selanjutnya

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.