Teknologi Bambu Laminasi, Bahan Alternatif Pengganti Kayu

Teknologi Bambu Laminasi, Bahan Alternatif Pengganti Kayu
info gambar utama

Sudah sejak lama, bambu banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun rumah. Namun bambu dalam penggunaanya masih terbatas, karena bentuknya yang berongga membuat bambu tidak bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang. Padahal bambu sangat potensial untuk menggantikan kayu sebagai bahan bangunan atau furniture.

Indonesia secara geografis adalah negara yang memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau, hal ini membuat curah hujan yang cukup tinggi yang membuat berbagai flora dan fauna yang beragam.

Salah satunya adalah tanaman bambu pada sejumlah daerah di Indonesia yang sangat melimpah dan jika ditotal, luas hutan bambu di Indonesia menempati peringkat keenam dunia.

Papan bambu laminasi | Foto: Bukalapak.com
info gambar

Dengan potensi yang dimilikinya tersebut Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PUPR) mencoba mengembangkan teknologi bambu laminasi.

Bambu laminasi sendiri adalah material bambu yang telah mengalami pemrosesan, sehingga memiliki bentuk dan ketahanan yang mirip seperti kayu. Untuk pembuatanya sendiri pertama-pertama bambu yang sudah dipotong kemudian dibelah menjadi lembaran-lembaran tipis.

Kemudian lembaran-lembaran bambu yang tipis tersebut diawetkan dengan borac-boric atau boron untuk membuat kandungan dalam bambu berubah dan tidak disukai rayap.

Selanjutnya setelah bambu di awetkan dengan borac-boric, lembaran-lembaran bambu tersebut kemudian dikeringkan.

Setelahnya lembaran-lembaran tersebut disatukan menggunakan lem Urea Formaldehyde untuk kebutuhan interior dan Polymer Isocyanate untuk eksterior. Lalu dipress menggunakan mesin dan dijadikan balok, papan, atau benyuk lainya sesuai kebutuhan.

Contoh bangunan yang terbuat dari bahan bambu laminasi | Foto: litbang.pu.go.id
info gambar

Setelah bambu laminasi jadi, material tersebut dapat diaplikasikan untuk berbagai komponen tradisional kecuali untuk atap.

Selain menjadi bahan alternatif kayu, bambu juga adalah bahan yang ramah lingkungan karena bambu adalah tumbuhan sekali tanam dan dapat dipanen lebih dari satu kali tanpa menghilangkan seluruh pohonya.

Produk bambu laminasi ini jika dibandingkan dengan kayu atau triplek, bambu laminasi memiliki daya tahan lebih bagus dan tidak mudah patah atau pecah. Karena bambu laminasi dibuat dengan bahan bambu yang masih utuh berbeda dengan triplek, jadi kekuatan bambu laminasi lebih maksimal.


Sumber: litbang.pu.go.id | imagebali.net | properti.kompas.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini