TCM, Inovasi Anak Bangsa untuk Pemeliharaan Jalan

TCM, Inovasi Anak Bangsa untuk Pemeliharaan Jalan
info gambar utama

Jalan adalah salah satu kebutuhan utama dari masyarakat modern hari ini. Begitu pentingnya peran infrastruktur yang satu ini, sampai-sampai kalau jalan rusak atau berlubang akan mengganggu dan membahayakan mobilitas dari orang-orang yang menggunakan kendaraan.

Selain masalah kerusakan, kegiatan perbaikan jalan yang bertujuan baik kadang juga ikut menimbulkan masalah karena waktunya yang tidak sebentar.

Sering ketika jalan sedang diperbaiki, jalan akan menyempit yang membuat macet atau malah ditutup dan dialihkan yang membuat jarak tempuh lebih jauh.

Kerusakan jalan sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kontur tanah, kontruksi jalan yang tidak mampu menahan repetesi kendaraan berat, kualitas bahan, atau karena cuaca.

Salah satu kerusakan jalan yang paling sering terjadi adalah jalan berlubang, jika hal ini dibiarkan tentunya akan membahayakan pengguna jalan.

Proses penghamparan aspal | Foto: beritagar.id
info gambar

Oleh karenanya Menteri Basuki Hadimuljono melalui Balitbang PUPR, mengintruksikan untuk melakukan penelitian terkait produk dan metode yang dapat diterapkan dalam kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, khususnya untuk jalan di Indonesia.

Lalu muncullah Teknologi Tambalan Cepat Mantap (TCM) yang dikembangkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dan dikenalkan ke publik untuk pertama kali pada Desember tahun 2014.

TCM adalah sebuah produk aspal yang dibuat dengan mencampurkan hot mix asphalt dan cold mix asphalt serta bahan aditif yang kemudian dikemas secara pabrikasi.

Berbeda dengan aspal pada umumnya yang memerlukan waktu lama untuk dapat digunakan, TCM ini sangat praktis. Pekerja hanya perlu membuka kemasan dari TMC dan kemudian menghamparkannya pada area jalan yang berlubang.

Setelah itu tinggal dipadatkan dengan menggunakan hand stamper. Melihat cara ini tentunya tidak akan memakan waktu yang lama dalam perbaikan dan tidak akan menimbulkan penyempitan atau penutupan jalan dal waktu yang lama.

Proses pengerasan aspal dengan tandem roller | Fot: Buntara.com
info gambar

Secara harga jika dibandingkan dengan aspal pada umumnya, produk TMC tentunya juga lebih murah dan dapat disimpan dalam jumlah yang banyak. Dengan menggunakan TMC biaya yang dikeluarkan hanya Rp150.000 per 25 kg.

Untuk kekuatan hasil penambalan jalan yang dilakukan dengan TMC akan lebih tahan lama dibandingkan dengan aspal pada umunya.

Jika menggunakan aspal pada umunya untuk penambalan, hasil perbaikan hanya akan bertahan sekitar satu minggu, tetapi jika menggunakan TMC bisa bertahan sampai dengan satu tahun.

Jadi bagaimana menurut Kawan GNFI? Keren bukan Teknologi TMC ini?

Sumber: elearning.litbang.pu.go.id | tagar.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini