Fakta Unik Guling, Bantal Yang Hanya Ada Di Indonesia

Fakta Unik Guling, Bantal Yang Hanya Ada Di Indonesia

Ilustrasi bantal dan guling © Tokopedia.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Tahukan Kawan GNFI bahwa guling pernah disebut dengan istilah Dutch Wife?, sebutan ini sendiri muncul bukan dari orang Belanda tapi dari orang Inggris yang sedang meledek orang-orang Belanda kala itu, ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Namun pada akhirnya orang-orang Inggris kala itu juga datang ke Hindia (sebutan untuk Indonesia sebelum kemerdekaan) juga mengikuti kebiasaan dari orang-orang Belanda belanda menggunakan guling. Dan pada akhirnya orang-orang belanda balas meledek orang-orang Inggris dengan memberikan julukan British Doll.

Awal pertama muncul atau diperkenalkanya guling adalah pada sekitar tahun 1800-an ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Tetapi pada masa itu guling hanya diperuntukan bagi bangsawan, seperti diceritakan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya yang berjudul Jejak Langkah yang merupakan seri ketiga dari tetralogi pulau buru.

Ilustrasi seseorang yang tidur dengan memeluk guling | Foto: bisnisbandung.com

Dalam novel tersebut dikisahkan sedang terjadi percakapan antara mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA. Dan dibuka dengan pertanyaan “Tahu kalian apa sebab di dalam asrama tidak boleh ada guling?”

Kemudian Wilam melanjutkan dengan bercerita bahwa bantal guling tidak akan ditemukan di tempat lain di dunia, setidaknya menurut mamanya. Hal ini bermula ketika orang-orang Belanda dan Eropa datang ke Indonesia. Kala itu mereka tidak membawa pasangan atau kekasihnya, dan akhirnya terpaksa menyewa gundik.

“Tapi orang Belanda terkenal sangat pelit. Mereka ingin pulang ke negerinya sebagai orang berada. Maka banyak juga yang tak mau menggundik. Sebagai pengganti gundik mereka membikin guling –gundik yang tak dapat kentut itu.”

Walaupun hal di atas dikisahkan dalam sebuah novel, namun kisah tersebut tidak sepenuhnya salah. Sebab guling sendiri memang pertama kali muncul pada masa kolonial, yang terlahir dari percampuran budaya Eropa, Cina, dan Indonesia sendiri kala itu.

Pendapat tersebut diungkapkan oleh Hadinoto, dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan dari Universitas Kristen Petra Surabaya, dalam jurnal “Indische Empire Style” yang dimuat Jurnal Dimensi Arsitektur, pada Desember tahun 1994.

Ilustrasi Zhufuren | Foto: Kabare.id

Dan pada akhirnya guling tetap eksis sampai hari ini. Karena fungsinya yang cukup asing guling ini sempat membuat D sir Charnay seorang kebangsaan Perancis kebingunan ketika datang ke Jawa dan tinggal selama enam minggu pada tahun 1878. Yang dikisahkan oleh Bernard Dorl ans dalam Orang Indonesia dan Orang Prancis: Dari Abad XVI sampai dengan Abad XX

Atau John S.C. Abbott seorang yang dari negara Amerika yang berprofesi sebagai sejarawan dan juga pastor juga sempat terkejut ketika bertemu dengan guling. Dan kemudian ia mencerikan kisanya ini dalam “A Jaunt in Java” dan dimuat di Harper’s New Monthly Magazine Volume XV, pada Juni-November tahun 1857.

Sebenarnya secara umum guling ini juga ada di negara lain khususnya di kawasan Asia Timur sejak jaman dahulu. Namun guling tersebut tidak seperti guling yang ada di Indonesia, karena memiliki bentuk berongga dan terbuat dari rotan atau bambu. Guling tersebut dikenal dengan nama Zhufuren dan dipercaya dapat melancarkan peredaran darah.

Sumber: kumparan.com | historia.id | merdeka.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih29%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau29%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sah! Timnas Indonesia Pakai Produk Apparel Lokal! Sebelummnya

Sah! Timnas Indonesia Pakai Produk Apparel Lokal!

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona Selanjutnya

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona

Ahmad Taufiq
@taufiq_am

Ahmad Taufiq

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.