Bumbu Dapur Indonesia Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona

Bumbu Dapur Indonesia Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona
info gambar utama

Indonesia sebagai negara yang belum atau tidak terinveksi virus corona, sempat dipandang sebelah mata oleh peneliti dari Harvard.

Hal ini didasari dari hasil penelitian yang dilakukanya dan karena hampir setiap negara tetangga Indonesia sudah mengumumkan positif kasus virus corona.

Namun dengan adanya pengakuan dari WHO bahwa Indonesia mampu menangani virus corona, membuat pendapat bahwa Indonesia tidak mampu menangani virus corona terbantahkan.

Walaupun begitu, masih ada pertanyaan yang timbul mengapa di Indonesia belum ditemukan kasus virus corona, karena jika melihat negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura yang sudah mengkonfirmasi virus corona, Indonesia memiliki kondisi geografis yang tidak jauh berbeda, jika memang kondisi geografis mempengaruhi perkembangan virus corona.

Ilustrasi virus | Foto: beepdo.com
info gambar

Pendapat dari Prof. Dr. drh. Chaerul Anwar Nidom MS., Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga, Surabaya, ini cukup menjelaskan kenapa Indonesia belum atau tidak ada kasus virus corona.

Menurut Nidom terdapat dua tipe virus corona, pertama adalah low pathogenic yang memiliki karakteristik tidak terlalu ganas karena reseptornya yang berada di bagian atas.

Kedua adalah high pathogenic yang memiliki karakteristik ganas karena letak reseptornya yang berada pada paru-paru.

Virus corona sendiri adalah virus yang bekerja dengan menyerang saluran pernapasan yang salah satunya adalah paru-paru.

Virus corona yang telah sampai pada paru-paru akan menempel pada dinding-dinding paru, yang membuat adanya reaksi biologis yang disebut dengan badai sitokin.

Sitokin sendiri adalah protein yang disekresi oleh sel sebagai tanggapan terhadap berbagai stimulus yang berperan dalam mengatur respon imun, peradangan, dan sebagainya.

Munculnya badai sitokin ini dapat menimbulkan efek samping yang parah. Badai sitokin ini diduga pernah menjadi penyebab utama kematian pada pandemi Flu Spanyol pada tahun 1918.

Oleh karenanya untuk mengurangi kemungkinan virus corona memburuk salah satu caranya adalah dengan menekan produksi sitokin.

Menurut Nidom badai sitokin ini dapat ditekan produksinya dengan mengkonsumsi Kurkumin, adalah senyawa aktif berupa polifenol yang biasanya terkandung dalam bumbu dapur atau rempah seperti kunyit, jahe, atau temulawak yang dapat Kawan GNFI temukan pada jamu atau masakan tradisional khas daerah.

Sumber: detik.com | tribunnews.com | wikipedia.org

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini