Kota Malang Juga Berencana Bikin LRT

Kota Malang Juga Berencana Bikin LRT
info gambar utama

Dana investasi dari Tiongkok senilai Rp36 triliun telah diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT).

Pernyataan tersebut diungkapkan wali kota Malang, Sutiaji, di Balai Kota Malang, Senin (17/2/2020), usai menghadiri Musrenbang Lansia.

“Investasinya dari Cina. Nilainya yang disodorkan itu sampai Rp36 triliun,” ucapnya dikutip dari KOMPAS.com, Senin (17/2/2020).

Wali kota Malang, Sutiaji | Foto: Zainul Arifin/Liputan6.com
info gambar

Rencananya, jalur LRT di Kota Malang bakal dibangun sepanjang 35 kilometer (km). Transportasi massal ini akan menjangkau wilayah kampus, pertokoan, dan kelak diharapkan juga dibangun di Kabupaten Malang.

Dana investasi Rp36 triliun yang didapat dari Tiongkok, berdasarkan asumsi jika per kilometernya pembangunan jalur MRT menelan biaya Rp250-300 miliar. Dengan demikian, untuk jarak 35 km dibutuhkan anggaran sebesar Rp36 triliun.

Selanjutnya, Pemkot Malang akan berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna mengurus izin pembangunan LRT.

"Investor sudah ada. Malah justru mereka (investor) yang minta jawaban ke kami. Insya Allah, hari ini dilakukan penandatanganan dan kami berikan jawabannya (pembangunan LRT)," terang Sutiaji, dikutip dari tagar.id, Senin (17/2/2020).

Sutiaji juga menyebut bahwa pembangunan LRT ini sebagai percepatan realisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan di tiga kawasan Jawa Timur.

Ketiga kawasan itu meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan.

Pemkot Malang bukan kali ini saja melayangkan rencana pembangunan jalur LRT. Sebelumnya, wacana pembangunan LRT pernah digaungkan tahun 2017, saat Moch. Anton masih menjabat wali kota Malang.

Dilansir dari KOMPAS.com, ia mengaku telah melakukan studi banding ke Amerika Serikat (AS) tentang rencana pembangunan monorel.

Kemudian pada Senin (16/9/2019), Sutiaji yang menggantikan Anton sebagai wali kota Malang mengungkapkan ada investor dalam negeri yang tertarik mendanai proyek LRT di Malang. Skema pembiayaannya 60 persen dari investor dan 40 persen sisanya dilempar ke publik.

Referensi: kompas.com | tagar.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini