Kota Malang Juga Berencana Bikin LRT

Kota Malang Juga Berencana Bikin LRT

Ilustrasi LRT © Macau Photo Agency/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Dana investasi dari Tiongkok senilai Rp36 triliun telah diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT).

Pernyataan tersebut diungkapkan wali kota Malang, Sutiaji, di Balai Kota Malang, Senin (17/2/2020), usai menghadiri Musrenbang Lansia.

“Investasinya dari Cina. Nilainya yang disodorkan itu sampai Rp36 triliun,” ucapnya dikutip dari KOMPAS.com, Senin (17/2/2020).

Wali kota Malang, Sutiaji | Foto: Zainul Arifin/Liputan6.com

Rencananya, jalur LRT di Kota Malang bakal dibangun sepanjang 35 kilometer (km). Transportasi massal ini akan menjangkau wilayah kampus, pertokoan, dan kelak diharapkan juga dibangun di Kabupaten Malang.

Dana investasi Rp36 triliun yang didapat dari Tiongkok, berdasarkan asumsi jika per kilometernya pembangunan jalur MRT menelan biaya Rp250-300 miliar. Dengan demikian, untuk jarak 35 km dibutuhkan anggaran sebesar Rp36 triliun.

Selanjutnya, Pemkot Malang akan berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna mengurus izin pembangunan LRT.

"Investor sudah ada. Malah justru mereka (investor) yang minta jawaban ke kami. Insya Allah, hari ini dilakukan penandatanganan dan kami berikan jawabannya (pembangunan LRT)," terang Sutiaji, dikutip dari tagar.id, Senin (17/2/2020).

Sutiaji juga menyebut bahwa pembangunan LRT ini sebagai percepatan realisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan di tiga kawasan Jawa Timur.

Ketiga kawasan itu meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan.

Pemkot Malang bukan kali ini saja melayangkan rencana pembangunan jalur LRT. Sebelumnya, wacana pembangunan LRT pernah digaungkan tahun 2017, saat Moch. Anton masih menjabat wali kota Malang.

Dilansir dari KOMPAS.com, ia mengaku telah melakukan studi banding ke Amerika Serikat (AS) tentang rencana pembangunan monorel.

Kemudian pada Senin (16/9/2019), Sutiaji yang menggantikan Anton sebagai wali kota Malang mengungkapkan ada investor dalam negeri yang tertarik mendanai proyek LRT di Malang. Skema pembiayaannya 60 persen dari investor dan 40 persen sisanya dilempar ke publik.

Referensi: kompas.com | tagar.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Indonesia Bersiap Luncurkan Prangko Musisi Tanah Air Sebelummnya

Indonesia Bersiap Luncurkan Prangko Musisi Tanah Air

Meningkatkan Jiwa Patriotisme Pemuda Indonesia Lewat Masa Lalu Selanjutnya

Meningkatkan Jiwa Patriotisme Pemuda Indonesia Lewat Masa Lalu

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.