Sejarah Panjang Perjalanan Kerupuk

Sejarah Panjang Perjalanan Kerupuk

Kerupung dalam wadah kaleng © Pinterest.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Kata kerupuk pasti sudah tidak asing lagi bagi Kawan GNFI. Karena kerupuk telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Sampai-sampai ada orang yang kalau makan tanpa kerupuk merasa ada yang kurang. Hal ini tentu karena cita rasa dan tekstur unik yang ditawarkan oleh kerupuk.

Di Indonesia sendiri sekrang dapat ditemui dengan mudah berbagai jenis kerupuk, mulai dari warung-warung sampai tempat makan kaki lima atau restoran. Banyaknya jenis kerupuk ini karena adanya variasi bahan yang digunakan dalam pembuatanya. Sehingga menghasilkan jenis kerupuk yang berbeda antara satu dan lainya, seperti rasa dan bentuk dari dari kerupuk.

Jenis kuliner yang satu ini memang sudah tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang unik dapat dipadukan dengan berbagai jenis menu makanan. Hal ini membuat semakin banyak orang yang jatuh cinta kepada jenis kuliner satu ini. Tapi Kawan GNFI pernah nggak sih dari mana asal kerupuk ini?

Kerupuk sebagai pelengkap hidangan | Foto: Doktersehat.com

Menurut Fadly Rahman, seorang sejarawan kuliner, kerupuk telah ada di Pula Jawa mulai dari sekitar abad ke-9 atau ke-10. Pendapat ini dibuktikan dengan adanya prasasti Batu Pura, yang pada prasasti tersebut tertulis kerupuk rambak (kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau). Dan bahkan sampai sekarang jenis kerupuk ini masih bisa ditemui.

Pembuatan kerupuk kulit sendiri prosesnya lumayan mudah, kulit yang akan dijadikan kerupuk pertama-tama dipisahkan dari lapisan selaputnya dan dihilangkan bulu yang ada pada kulit tersebut. Penghilangan bulu ini biasa dilakukan dengan cara membakar bagian kulit yang ada bulunya. Setelah kulit bersih dari bulu langkah selanjutnya adalah merebus kulit sampai empuk. Kemudian diiris-iris sesuai ukuran yang diinginkan dan dijemur sampai kering.

Proses penggorengan kerupuk | Foto: holamigo.id

Dalam perkembanganya kemudian kerupuk tidak hanya ada di Pulau Jawa saja. Jenis kuliner yang satu ini menyebar keberbagai kawasan Nusantara bahkan sampai pada kawasan Semenanjung Melayu. Pada sekitar abad ke-19 dalam naskah Melayu karya Abdul Kadir Munsyi disebut kata keropok atau kerupuk. Dan ketika itu kerupuk tidak hanya disukai oleh orang melayu saja. Tetapi juga masa penjajahan Belanda, sehingga kerupuk wajib menjadi pelengkap disetiap makanan Nusantara.

Dan pada abad ke-19 juga muncul pengusaha kerupuk pertama tetpatnya pada tahun 1930. Pengusaha kerupuk ini berasal dari Tasikmalaya yang bernama Sahidin dan Sukarma yang beralamat di Jalan Kopo depan Rumah Sakit Emanuel Bandung sebagai tempat mereka berjualan.

Sumber: historia.id | Wikipedia | Travelingyuk.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga17%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kemenhan dan Inisiasi Industri Pertahanan Resmi Memulai Program Reverse Engineering System Rudal Sebelummnya

Kemenhan dan Inisiasi Industri Pertahanan Resmi Memulai Program Reverse Engineering System Rudal

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona Selanjutnya

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona

Ahmad Taufiq
@taufiq_am

Ahmad Taufiq

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.