Canggihnya Kapal Perang Buatan ITS

Canggihnya Kapal Perang Buatan ITS

Rancangan The Croc, kapal perang buatan ITS © its.ac.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Indonesia kedatangan lagi satu karya anak bangsa di bidang maritim. Bukan membeli atau pemberian pihak asing, tapi kali ini adalah kapal perang yang dibuat oleh dosen ITS, Ir. Wisnu Wardhana, MSc., PhD.

Kapal perang ini diberi nama The Croc. Uniknya, walau berjenis kapal perang, tapi ukuran The Croc terhitung langsing. Panjangnya 12 meter dan lebarnya 3 meter, dengan dua mesin berkekuatan 350 tenaga kuda. Proses pembuatannya sudah mencapai 90 persen.

Meski demikian, kapal yang sudah dirancang sejak 2011 ini punya kelebihan dapat berubah ke tiga mode, yakni kapal selam, kapal hidrofoil, dan kapal biasa pada umumnya.

Kapal hidrofoil adalah kapal yang memiliki bagian seperti sayap yang dipasangkan pada penyangga di bawah lambung kapal. Ketika kapal meningkatkan kecepatannya, kapal hidrofoil dapat menimbulkan gaya angkat yang menjadikan lambungnya terangkat dan keluar dari air.

"Sehingga kapal terlihat seperti melayang," ucap Wisnu dikutip dari its.ac.id.

"Melayang"-nya The Croc disebabkan bobotnya yang ringan karena terbuat dari alumunium, sedangkan sayapnya terbuat dari baja karbon.

“Tentu hal tersebut sukses menjadi temuan baru pada dunia perkapalan internasional,” imbuh dosen Teknik Kelautan ITS tersebut.

Wisnu Wardhana bersama kapal perang buatannya, The Croc | Foto: its.ac.id

Kemudian saat berganti mode ke kapal selam, air dimasukkan ke dalam kapal untuk menurunkan posisi kapal. Wisnu menjelaskan, kedalaman menyelamnya bisa mencapai 10 meter.

Saat menyelam kecepatan kapal bisa mencapai 15 knot, sedangkan waktu menjadi hidrofoil kecepatan maksimalnya 35-45 knot.

Dengan fitur-fitur tersebut, Wisnu mengungkapkan bahwa kapal ini cocok menjadi kapal pengintai untuk menangkap para pencuri ikan di perairan Indonesia. Sebab kapal pencuri ikan tidak akan mengetahui kedatangan The Croc dalam mode selam, sehingga pencuri ikan tersebut tidak akan kabur.

Dalam proses pembuatannya, Wisnu juga bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut (TNI-AL), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), dan beberapa pihak lainnya.

Wisnu juga berharap The Croc sebagai kapal perang buatan dalam negeri ini bisa membantu menjaga pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seperti adanya penyeludupan atau pencurian yang kerap terjadi di perairan Indonesia.

Referensi: its.ac.id | detik.com | kumparan.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Keren! Deretan Film Lokal Ini Menang Penghargaan Internasional Sebelummnya

Keren! Deretan Film Lokal Ini Menang Penghargaan Internasional

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.