Keris Pangeran Diponegoro Akan Dipamerkan Saat Kunjungan Raja Belanda ke Indonesia

Keris Pangeran Diponegoro Akan Dipamerkan Saat Kunjungan Raja Belanda ke Indonesia
info gambar utama

Pada 10 Maret mendatang, Raja dan Ratu Belanda yakni Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima beserta rombongan akan melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka memenuhi undangan dari presiden Joko Widodo. Seiring dengan kunjungan tersebut, kabar baik yang lebih dahulu diterima Indonesia, yakni ditemukannya keris milik Pangeran Diponegoro yang telah hilang lebih dari 150 tahun, akan dipamerkan saat kunjungan Raja Belanda tersebut ke Indonesia.

Keris yang bernama Keris Kiai Nogo Siluman kini berada di Museum Nasional Jakarta bersama koleksi peninggalan benda bersejarah lainnya. Dipamerkannya keris yang ditemukan di Museum Volkenkunde, Leiden Belanda tersebut direncanakan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ketika pertemuan antara Raja Willem Alexander dengan persiden Joko Widodo. Keris tersebut dipamerkan secara khusus di Museum Nasional agar tidak hanya kedua pemimpin negara saja yang dapat menyaksikan, namun juga masyarakat umum.

Tombak Pusaka dan Pelana Kuda | Foto : Liputan6
info gambar

Selain keris yang baru saja “pulang” dari negeri kincir angin, pada waktu yang sama juga akan dipamerkan benda pusaka lainnya milik Pangeran Diponegoro yakni tombak, pelana kuda dan payung kehormatan yang dikembalikan tiga tahun setelah adanya kesepakatan pengembalian benda-benda bersejarah tepatnya pada tahun 1978. Juga, Tongkat Kyai Cokro yang dikembalikan pada tahun 2015.

Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia akan berlangsung sejak 10 Maret hingga 13 Maret mendatang. Kunjungan tersebut juga merupakan salah satu bentuk penguatan kemitraan dan kerja sama antara Belanda dan Indonesia dalam berbagai bidang seperti ekonomi, konservasi alam, budaya, sains dan kesepakatan lainnya yang dapat mendukung satu sama lain.

Raja dan Ratu Belanda beserta rombongannya akan mengunjungi beberapa tempat setibanya di Indonesia, seperti Danau Toba, Palangkaraya, Yogyakarta dan tentunya Jakarta.

historia.id | antara

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini