NTB Menciptakan inovasi Baru Co-Firing Sebagai Pembangkit Listrik Dari Sampah

NTB Menciptakan inovasi Baru Co-Firing Sebagai Pembangkit Listrik Dari Sampah
info gambar utama

Pemerintah Nusa Tenggara Barat mempunyai inovasi baru untuk pembangkit listrik. Pasalnya, pembangkit listrik yang digunakan oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat yakni dengan cara co-firing. Co-firing merupakan pemanfataan bahan bakar dari sampah untuk pembangkit listrik gas maupun kompor. Dikutip dari Kompas.com Inovasi tersebut telah diapresiasi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan Siti Nurbaya Bakar.

"Terus terang saya ini, pak gubernur ini kebanggan Indonesia bukan hanya NTB, karena sudah lama banget saya kenal, sejak sebelum Tahun 2000" ujar Siti, saat memantau proses co-firing.

Siti mengungkapkan bahwa, dengan adanya inovasi ini akan dapat membantu persolan sampah di NTB yang berjumlah 300 ton per hari. Meskipun saat ini kapasitas untuk mesin masih mengelola sampah menjadi bahan bakar masih 30 ton perhari.

"Kita bersyukur punya langkah-langkah ini, punya stasiun ini, di TPA ini, dan saya sudah dilaporkan teknologi ini, di dalam laporannya kan memang ada 300 ton per hari, dan bisa sekarang diselesaikan 30 ton per hari. Saya kira akan sangat membantu persoalan-persoalan sampah di kota kita ini, dan umumnya di Indonesia,"ungkap Siti.

Jika teknologi co-firing berjalan baik di NTB kemungkinan akan diterakan di seluruh Indonesia. Siti menyarakan supaya, melakukan pendaftaran sistem registration nasioal untuk EMC karbon supaya NTB mendapatkan prestasinya atas karbon supaya NTB mendapatkan prestasinya atas karbon dari sampah.

Siti juga menyarankan bahwa, ada baiknya teknologi tersebut didaftarkan ke Kantor Kementrian Hukum dan Ham, supaya mendapatkan hak cipta.

Refrensi: Kompas

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini