Ingin Tahu Keseruan Menjadi Relawan di Negeri Gingseng? Simak Cerita Berikut Ini!

Ingin Tahu Keseruan Menjadi Relawan di Negeri Gingseng? Simak Cerita Berikut Ini!
info gambar utama


Sabtu (14/3) AIESEC in Surabaya menggelar kegiatan reintegration untuk menyambut peserta pertukaran yang telah selesai melakasanakan program Global Volunteer. Masing – masing peserta berbagi cerita dan pengalaman selama melaksanakan projek sosial di luar negeri.

Setelah melaksanakan proyek – proyek sosial yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs), AIESEC Surabaya menyelenggarakan reintegration. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan para peserta pertukaran mendapatkan pengalaman memuaskan serta dampak positif bagi diri mereka sendiri serta lingkungan sekitar.

Salah satu peserta pertukaran, Lovianna, berbagi cerita saat melakukan pertukaran di Korea Selatan. Ia memilih proyek LEON ( Language Education Over Nation) yang sejalan dengan SDG nomor empat, yaitu Quality Education.

Proyek sosial ini berfokus untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak sekolah dasar dan menengah di kota Goryeong dan Seoul. Selain mengajar di sekolah, Lovi juga mendapat kesempatan untuk mengajar di English Winter Camp yang bekerja sama dengan walikota Goryeong.

Lovianna saat mengajar bahasa Inggris di Seoul
Foto 2 : Lovianna saat mengajar bahasa Inggris di Seoul

Mahasiswi Hubungan Internasional UNAIR ini juga mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan saat menjadi relawan yang mengajarkan bahasa Inggris bagi penyandang disabilitas.

Indonesia dan Korea Selatan memiliki berbagai perbedaan lingkungan dan budaya. Bagi Lovi menghadapi perbedaan tersebut memang tidak mudah, saat dijumpai pada acara reintegration (14/3) ia menceritakan kendala yang dihadapinya.

“Kendala paling utama adalah bahasa, terutama saat mengajar anak kecil yang belum bisa berbahasa Inggris. Awalnya mereka menggerutu, namun setelah diberikan pengertian lebih akhirnya mereka mau untuk belajar spelling dan journaling dalam bahasa Inggris,” ujar Lovi.

Ekspektasi awal Lovi mengikuti program ini memang untuk mencoba bertahan di lingkungan yang berbeda dan penuh tantangan. “ Apalagi aku pernah mendengar streotip kalau orang Korea itu cuek – cuek, tetapi ternyata engga kaya gitu. Mereka welcome banget,” ungkap Lovi.

Selama enam minggu, Lovi belajar untuk menjadi lebih bertanggung jawab dan mengatur dan menyelesaikan masalah hal dengan baik dan solutif. Hal sederhana ini justru akan membawa dampak besar dalam kehidupan sehari – hari.

Mengenai AIESEC dan Global Volunteer

AIESEC merupakan suatu organisasi pemuda internasional yang hadir di lebih dari 126 negara, salah satunya di Indonesia. Di Surabaya sendiri, AIESEC telah berdiri sejak tahun 2000 dan tersebar di 6+ universitas.

AIESEC hadir sebagai platform pengembangan kepemimpinan pemuda melalui beragam program pertukaran seperti Global Volunteer, Global Entrepreneur, dan Global Talent.

Selain itu AIESEC juga turut mengembangkan pemuda di luar anggotanya melalui kegiatan aktivasi seperti Global Village, Impact Circle, dan juga beragam proyek sosial yang dapat diikuti oleh pemuda lokal dan asing.

Sabtu (14/03) AIESEC in Surabaya mengadakan reintegartion, kegiatan yang diadakan untuk menyambut para peserta pertukaran Global Volunteer yang telah kembali ke Surabaya.

Program pertukaran yang diadakan selama enam sampai delapan minggu ini memberikan kesempata kepada para pemuda untuk melakukan proyek sosial yang sesuai dengan 17 tujuan global PBB, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai AIESEC dan kegiatan Global Volunteer silakan hubungi Local Committee Vice President ofExternal Relations AIESEC in Surabaya, Alfina Wardatul (085234027838) atau melalui e-mail di alfina.wardatul@aiesec.net. AIESEC in Surabaya 2020

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini