Bincang Dinkes Provinsi Jawa Timur, Cegah Virus Corona

Bincang Dinkes Provinsi Jawa Timur, Cegah Virus Corona
info gambar utama

Upaya untuk memerangi virus corona atau COVID-19 terus dilakukan oleh ahli medis. Tak hanya itu, upaya pencegahan juga dilakukan oleh pemerintah dan upaya edukasi kepada masyarakat agar tidak panik.

Merespon hal tersebut, Jumat (06/03) lalu, Nurul Hayat berkesempatan mengundang Gitohartono selaku Tim bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Dalam bincang–bincang di radio podcast NH-Talks ini, Gitohartono banyak memberikan informasi yang menenangkan masyarakat pada umumnya.

Corona virus yang merupakan penyakit baru (emerging), kini menjadi perbincangan publik di media sosial. Sayangnya, tidak semua hal yang diperbincangan itu adalah fakta. Sebaliknya, malah berlebihan dan timbul kepanikan di masyarakat.

COVID-19 merupaka singkatan dari Covid Virus Desease, dan angka 19 berasal dari ditemukannya virus tersebut pada Desember 2019. Virus ini berbentuk seperti crown, sehingga disebut corona.

Jika diberitakan RNA virus ini mudah hancur dengan pelarut lemak berupa sabun, detergen, bahkan sinar matahari. Meskipun belum ada obat yang ditemukan untuk penyembuhannya, tapi pencegahannya bisa dilakukan sedini mungkin.

Seandainya virus ini masuk ke dalam tubuh dan berkembang, maka antibodi yang akan melawan dan mematikan virus. Penyakit influensa jenis baru ini, bisa menyebar ke manusia lewat bersin atau batuk, Kucek-kucek mata, dan pegang hidung.

Dalam kesempatan ini, Gitohartono pun menyampaikan beberapa pesan.

  1. Jika ada gejala flu mohon tidak panik, seharusnya tenang. Jika flu biasa, diobati seperti pada umumnya. Virus corona ditandai dengan ketika flu dan demam disertai sesak nafas durasi satu pekan. Maka periksakan lebih lanjut ke dokter.
  2. Masyarakat diimbau untuk tidak perlu membeli masker dan hand sanitizier secara berlebihan. Penggunaan masker diutamakan untuk orang yang sedang dalam gejala flu. Yang masih sehat, tidak perlu memakai masker.
  3. Ketika melihat video viral yang menampilkan orang di tengah jalan tiba-tiba jatuh tergeletak, atau pasien yang saat di rumah sakit dalam keadaan kejang–kejang, tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya bahwa itu dampak dari corona.

Kendati demikian, ada banyak hal yang bisa Kawan GNFI lakukan untuk mencegah, dan menjaga diri agar terhindar dari virus corona, diantaranya ialah:

  1. Pencegahan dengan perilaku hidup sehat. Cuci tangan pakai sabun, karena sabun sifatnya menghancurkan lemak, dapat mematikan corona.
  2. Sediakan alkohol botol/sanitizier di rumah/kantor, sebelum dan setelah keluar ruangan.
  3. Kurangi memegang bagian wajah.
  4. Siap siaga dengan membawa masker N95 terbungkus rapi di dalam tas.
  5. Olahraga rutin dan makan-makanan yang sehat.
  6. Banyak berdoa, bersedekah, dan berpikir positif.

Selain itu, pemerintah Jawa Timur juga menyiapkan setidaknya ada 44 rumah sakit rujukan jika terjadi gejala yang serupa dengan virus corona, dan pasien akan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

Untuk itu, marilah kita bersama melakukan hidup sehat dan menjaga diri, serta berhenti untuk menyebarkan informasi yang bisa menjadi hoaks.

Stay Calm, Be Prepared, Stop Hoax!*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini